Bupati Bogor Sebut Keputusan Menhub Blunder dan PSBB Jadi Kacau
Sabtu, 09 Mei 2020 - 10:41 WIB
loading...
Bupati Bogor Ade Yasin. Foto/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Keputusan Kementerian Perhubungan yang melonggarkan seluruh moda transportasi beroperasi lagi seperti semula di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sepertinya telah membuat geram Bupati Bogor Ade Yasin.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini menilai keputusan tersebut blunder dan bisa membuat aparat di daerah makin kerepotan. ( Baca:Demi Kepentingan Politiknya, Prabowo Jaga Jarak dengan Kivlan Zen )
"PSBB yang saat ini diterapkan akan menjadi kacau. Seharusnya pemerintah pusat melihat perkembangan di daerah, sudah landai atau belum kurvanya. Kebijakan membuka transportasi ke luar daerah bakal membuat virus Corona makin menyebar," ujarnya, Jumat (8/5/2020).
Maka secara ekonomi dampaknya akan lebih besar daripada menyetop untuk sementara waktu. Jika makin menyebar, semakin tidak diketahui pula kapan akan berakhirnya pandemi ini.
"Truk logistik yang saat ini dibolehkan beredar saja dikhawatirkan sopir dan keneknya menularkan virus Corona. Awak angkutan logistik punya potensi menularkan virus Corona kalau tidak dilakukan pengawasan ketat, apalagi untuk angkutan penumpang," ungkapnya.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini menilai keputusan tersebut blunder dan bisa membuat aparat di daerah makin kerepotan. ( Baca:Demi Kepentingan Politiknya, Prabowo Jaga Jarak dengan Kivlan Zen )
"PSBB yang saat ini diterapkan akan menjadi kacau. Seharusnya pemerintah pusat melihat perkembangan di daerah, sudah landai atau belum kurvanya. Kebijakan membuka transportasi ke luar daerah bakal membuat virus Corona makin menyebar," ujarnya, Jumat (8/5/2020).
Maka secara ekonomi dampaknya akan lebih besar daripada menyetop untuk sementara waktu. Jika makin menyebar, semakin tidak diketahui pula kapan akan berakhirnya pandemi ini.
"Truk logistik yang saat ini dibolehkan beredar saja dikhawatirkan sopir dan keneknya menularkan virus Corona. Awak angkutan logistik punya potensi menularkan virus Corona kalau tidak dilakukan pengawasan ketat, apalagi untuk angkutan penumpang," ungkapnya.
Lihat Juga :