Pimpinan dan Pengikut Aliran Syiah Sampang Kembali ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Kamis, 05 November 2020 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Pembaiatan yang disaksikan Bupati Sampang , Slamet Junaidi, bersama ulama se-Madura, dan tokoh masyarakat, berjalan hikmat dan lancar. Usai pembaiatan, ratusan warga yang pernah menganut aliran Syiah ini, tidak langsung kembali ke rumah mereka di Kecamatan Karang Penang, karena masih membutuhkan proses lebih lanjut. Mereka akan kembali tinggal di rusunawa di Sidoarjo.
Slamet Junaidi menegaskan, pemerintah daerah memfasilitasi, dan mengkomunikasikan ke seluruh ulama. "Ketika ada pernyataan dan kemauan bersama untuk dibaiat, kita bersama-sama sangat bersyukur. Alhamdulillah prosesnya sudah kita laksanakan bersama, dan berjalan lancar," tuturnya. (Baca juga: Purnawirawan Brimob Ingin Kota Surabaya Dipimpin Polisi )
Para pengikut Syiah juga berharap dapat segera pulang kampung halamannya di Desa Karanggayam. Kecamatan Omben, dan Desa Blu'uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang , agar bisa hidup normal seperti dahulukala. Untuk menjamin proses baiat berjalan lancar, ratusan personel Brimob Polda Jatim, dan Polres Sampang , disiagakan di kawasan Pendopo Kabupaten Sampang .
Konflik di dua kecamatan, yakni Kecamatan Omben, dan Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang , terjadi tahun 2012 lalu. Satu orang tewas dalam peristiwa ini, dan puluhan rumah warga Syiah dibakar. Para penganut Syiah kemudian ditampung di Gedung Olahraga Wijaya Kusuma Sampang , dan pada Juni 2013 mereka diungsikan di Rusunawa Puspa Agro Sidoarjo, hingga sekarang.
Slamet Junaidi menegaskan, pemerintah daerah memfasilitasi, dan mengkomunikasikan ke seluruh ulama. "Ketika ada pernyataan dan kemauan bersama untuk dibaiat, kita bersama-sama sangat bersyukur. Alhamdulillah prosesnya sudah kita laksanakan bersama, dan berjalan lancar," tuturnya. (Baca juga: Purnawirawan Brimob Ingin Kota Surabaya Dipimpin Polisi )
Para pengikut Syiah juga berharap dapat segera pulang kampung halamannya di Desa Karanggayam. Kecamatan Omben, dan Desa Blu'uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang , agar bisa hidup normal seperti dahulukala. Untuk menjamin proses baiat berjalan lancar, ratusan personel Brimob Polda Jatim, dan Polres Sampang , disiagakan di kawasan Pendopo Kabupaten Sampang .
Konflik di dua kecamatan, yakni Kecamatan Omben, dan Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang , terjadi tahun 2012 lalu. Satu orang tewas dalam peristiwa ini, dan puluhan rumah warga Syiah dibakar. Para penganut Syiah kemudian ditampung di Gedung Olahraga Wijaya Kusuma Sampang , dan pada Juni 2013 mereka diungsikan di Rusunawa Puspa Agro Sidoarjo, hingga sekarang.
(eyt)
Lihat Juga :