Jika Penyelanggara Pilkada Blitar Tak Netral, Ini Ultimatum Garda Bangsa PKB
Rabu, 04 November 2020 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Garda Bangsa berharap penyelenggaran pesta demokrasi di Kabupaten Blitar berjalan sesuai koridor yang benar. Terkait paslon Rini-Rachmad yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS, Nur Muchlisin menegaskan semakin optimis menang. (Baca juga: Berurai Air Mata, Ibu Ini Berani Adang Genk Moge yang dengan Brutal Aniaya Intel Kodim )
Sejak ditetapkan sebagai paslon, tingkat elektabilitas dan popularitas paslon Rini-Rachmad terus menguat. Artinya, kata Nur Muchlisin, pada 9 Desember nanti, masyarakat Kabupaten Blitar akan memiliki pasangan bupati dan wakil bupati baru.
"Kita semakin optimis Blitar baru," tegas Nur Muchlisin. Lalu bagaimana dengan adanya ulama dari kalangan nahdliyin yang tidak ikut mendukung jago PKB, melainkan terang terangan mendukung paslon petahana Rijanto-Marheinis?.
Secara diplomatis Nur Muchlisin mengatakan, meskipun berbeda pilihan politik, sebagai santri nahdliyin rasa hormat dan tawadu' kepada para ulama dan kiai tetap dijunjung tinggi. "Meski beda pilihan politik kita tetap menghormati ulama dan kiai," pungkas Nur Muchlisin. (Baca juga: 4 Kg Sabu Dari Jaringan Internasional, Dimusnahkan BNNP Kepri )
Menanggapi hal itu Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin mengatakan sudah menjadi komitmen awal penyelenggara pemilu untuk senantiasa menjaga profesionalitas dan integritas. "Sudah menjadi komitmen kami (penyelenggara) untuk selalu menjaga profesionalitas dan integritas," ujar Hakam.
Sejak ditetapkan sebagai paslon, tingkat elektabilitas dan popularitas paslon Rini-Rachmad terus menguat. Artinya, kata Nur Muchlisin, pada 9 Desember nanti, masyarakat Kabupaten Blitar akan memiliki pasangan bupati dan wakil bupati baru.
"Kita semakin optimis Blitar baru," tegas Nur Muchlisin. Lalu bagaimana dengan adanya ulama dari kalangan nahdliyin yang tidak ikut mendukung jago PKB, melainkan terang terangan mendukung paslon petahana Rijanto-Marheinis?.
Secara diplomatis Nur Muchlisin mengatakan, meskipun berbeda pilihan politik, sebagai santri nahdliyin rasa hormat dan tawadu' kepada para ulama dan kiai tetap dijunjung tinggi. "Meski beda pilihan politik kita tetap menghormati ulama dan kiai," pungkas Nur Muchlisin. (Baca juga: 4 Kg Sabu Dari Jaringan Internasional, Dimusnahkan BNNP Kepri )
Menanggapi hal itu Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin mengatakan sudah menjadi komitmen awal penyelenggara pemilu untuk senantiasa menjaga profesionalitas dan integritas. "Sudah menjadi komitmen kami (penyelenggara) untuk selalu menjaga profesionalitas dan integritas," ujar Hakam.
(eyt)
Lihat Juga :