Komunitas di Palopo Siapkan Makanan Gratis untuk Warga Terdampak Pandemi

Selasa, 03 November 2020 - 18:19 WIB
loading...
Komunitas di Palopo...
Komunitas Pesantren Bisnis Indonesia (PBI), Komunitas Tangan di Atas (TDA) dan ZAM Organizer melalui Rumah Makan Rakyat memberikan makan siang gratis bagi warga terdampak pandemi COVID-19. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A A A
PALOPO - Di tengah himpitan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19 , sejumlah komunitas di Kota Palopo hadir meringankan beban masyarakat.

Komunitas Pesantren Bisnis Indonesia (PBI), Komunitas Tangan di Atas (TDA), dan ZAM Organizer melalui Rumah Makan Rakyat, memberikan makan siang gratis bagi siapa saja. Bukan hanya warga Kota Palopo, tetapi setiap orang yang singgah makan di tempat mereka.

Rumah Makan Rakyat terletak di Kompleks Perumahan Anggrek, blok A nomor 4 tepat di belakang SMA Negeri 3 Palopo. Dendi Haryono dan empat orang rekannya melayani setidaknya 150 orang setiap harinya, mulai dari pukul 11.00 Wita hingga stok makanan mereka habis, atau sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca juga: Benarkah Penyitas Covid-19 Tak Akan Terinfeksi Lagi?

"Konsepnya berbagi, teman-teman lintas komunitas di situ ada TDA, TBI, Zam Organizer, semua berkolaborasi untuk menyisihkan sebagian rezekinya yang titipkan dari Allah SWT untuk berbagi kepada masyarakat," ujarnya.

"Supaya masyarakat bisa mendapatkan makanan secara gratis , konsep ini kami jalankan selama satu tahun ke depan atau 365 hari. Setiap makan siang kita buka seluas-luasnya untuk masyarakat Kota Palopo ataupun dari luar yang melintas, Insyaallah semua gratis pada jam makan siang dimulai jam 11.00 sampai porsi kami habis," lanjutnya.

Menurut Dendi, setiap harinya mereka menyiapkansekitar 150 porsi makanan atau menghabiskan 20 kilogram beras. "Menu tiap hari kami ganti, nasi, telur, sayur, perkedel, ikan, teh, susu, teh susu, dan kopi, air putih," sebutnya.

Rumah Makan Rakyat juga menerima sumbangan berupa uang tunai maupun bahan makanan, beras, ikan, sayur atau telur. Menurut pelaksana, penyaluran bantuan hanya satu pintu tidak melalui perantara.

"Ini juga kami lakukan terkait pandemi COVID-19 yang menimpa negara Indonesia termasuk di Kota Palopo. Kita tidak tahu status pandemi ini kapan bisa selesai sementara daya beli masyarakat terus menurun akibat adanya wabah COVID-19 ," ujarnya.

"Inilah mungkin salah satu upaya atau ikhtiar kami memberikan sumbangsih kepada pemerintah agar bisa membantu masyarakat, keluarga kita, teman-teman yang saat ini mungkin mengalami kesusahan di tengah pandemi COVID-19 ," tambahnya.

Kegiatan serupa menurut Dendi Haryono, juga telah dijalankan di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Kota Pati Jawa Tengah, dan Kota Kudus.

Baca juga: Satgas: Angka COVID-19 Global Meningkat, di Tanah Air Menurun

"Harapan kami, semoga ini juga bisa memotivasi masyarakat khususnya Kota Palopo untuk kembali bangkit di tengah keterpurukan ekonomi bangsa. Kita kuat karena kita bersama dan saling membantu. Meski dalam situasi sulit pun wajib bagi kita untuk tetap saling menoleh dan bergandengan tangan, bersama melewati situasi sulit pandemi COVID-19 ," serunya.

Keberadaan Rumah Makan Rakyat yang menyajikan makan siang gratis bagi masyarakat disambut baik dan gembira kalangan masyarakat, utamanya yang bekerja sebagai tukang ojek dan tukang becak.

NA Mappinawang, salah seorang tukang ojek asal Kompleks Hartaco Kota Palopo, mengaku sangat terbantu dengan program makan siang gratis yang dilakukan Dendi Hartono dan kawan-kawan.

"Saya dan beberapa tukang ojek di Kota Palopo sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Dendi dan kawan-kawan. Ini sangat membantu beban kami, kami benar-benar diberikan makanan gratis dan dilayani dengan baik, ada teh bahkan teh susu," ujarnya.

NA Mappinawang, menceritakan awalnya dia mendapat ajakan dari rekannya sesama tukang ojek . "Di sini saya lihat tidak ada batasan individu, orang dewasa maupun anak kecil semua bisa dilayani bahkan bukan hanya kami tukang ojek dan tukang becak," katanya.

"Ada satu hal yang menarik yakni kebersamaan, satu rasa dan silaturahmi. Kami mendoakan semoga eksistensi keberadaan kegiatan sosial ini dan semoga makin ditambahkan dan berkah rejekinya, amin," doa Mappinawang.

Mappinawang menambahkan, kesulitan ekonomi dampak COVID-19 sangat Mappinawang dan rekannya rasakan. Sehingga dengan hadirnya makan siang gratis di Kota Palopo, diakuinya meringankan beban mereka.

Baca juga: Hati-hati Gelombang Kedua Covid-19

"Sebelum COVID pada bulan Januari dan Februari pendapat kami rata-rata mencapai Rp150 ribu per harinya, setelah COVID pendapatan kami menurun drastis paling tinggi sekali Rp35 ribu, itu masih kotor belum terhitung bensin," sebutnya.

"Paling terasa dampak COVID ini pada bulan Juni sampai September saat diberlakukan larangan keluar. Kami juga tukang ojek saat itu tidak bisa dipaksa tinggal di rumah karena ini menyangkut kehidupan keluarga kami, kebutuhan sehari hari untuk hidup meski kami sadar akan bahaya COVID itu sendiri," lanjutnya.

Mappinawang mengaku, sebagai warga yang masuk dalam kategori kurang mampu, dirinya mendapat bantuan KKS dari pemerintah Kota Palopo berupa beras 10 kilogram dan telur satu rak setiap bulannya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Di Hadapan Ribuan Babinsa,...
Di Hadapan Ribuan Babinsa, Menhan Prabowo Puji Cara Presiden Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
Nihil Kasus Aktif Covid-19,...
Nihil Kasus Aktif Covid-19, Kepri Belum Berstatus Endemi
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Berita Terkini
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved