Begini Cara Anir-Lutfi Realisasikan Program Rp10 Juta per KK
Selasa, 03 November 2020 - 16:45 WIB
loading...
Andi Nirawati bersama warga saat melakukan sosialisasi di salah satu wilayah di Kabupaten Pangkep. Foto: Istimewa
A
A
A
PANGKEP - Calon bupati Pangkep nomor urut 4, Andi Nirawati menguraikan cara merealisasikan program kesejahteraan ekonomi rumah tangga Rp10 juta per kepala keluarga (KK), bila diamanahkan memimpin selama lima tahun ke depan. Bagaimana caranya?.
Bersama Lutfi Hanafi , Langkah awal yang dilakukan Anir dengan mengubah arah kebijakan keuangan daerah, dari orientasi proyek menuju ke orientasi kesejahteraan rumah tangga.
"APBD Pangkep sebesar Rp1,4 triliun. 60 persennya dipakai untuk belanja rutin, seperti gaji pegawai dan pelayanan pemerintahan. Sisanya 40 persen inilah yang akan dialokasikan untuk program-program insentif Anir-Lutfi ," ucap Anir dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Selasa (3/11/2020).
Baca juga: Dituding Lakukan Politik Uang, Anir-Lutfi Lapor Polisi
Perempuan kelahiran Labakkang ini menguraikan, bila sebelumnya 40 persen APBD Pangkep digunakan untuk proyek, maka Anir-Lutfi mengubah kebijakan tersebut ke program kesejahteraan rumah tangga. Juga untuk insentif dan pembangunan infrastruktur ikon Kabupaten Pangkep.
"Dari angka 40 persen itu, 20 persennya kita alokasikan ke penerima bantuan modal usaha Rp10 juta per KK. Lalu 10 persennya untuk bantuan modal pedagang, insentif guru honorer, tenaga medis, imam masjid, kepala RT, RW dan dusun, dan umrah gratis bagi 50 orang tiap tahunnya," tambah mantan legislator DPRD Sulsel ini.
Bersama Lutfi Hanafi , Langkah awal yang dilakukan Anir dengan mengubah arah kebijakan keuangan daerah, dari orientasi proyek menuju ke orientasi kesejahteraan rumah tangga.
"APBD Pangkep sebesar Rp1,4 triliun. 60 persennya dipakai untuk belanja rutin, seperti gaji pegawai dan pelayanan pemerintahan. Sisanya 40 persen inilah yang akan dialokasikan untuk program-program insentif Anir-Lutfi ," ucap Anir dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Selasa (3/11/2020).
Baca juga: Dituding Lakukan Politik Uang, Anir-Lutfi Lapor Polisi
Perempuan kelahiran Labakkang ini menguraikan, bila sebelumnya 40 persen APBD Pangkep digunakan untuk proyek, maka Anir-Lutfi mengubah kebijakan tersebut ke program kesejahteraan rumah tangga. Juga untuk insentif dan pembangunan infrastruktur ikon Kabupaten Pangkep.
"Dari angka 40 persen itu, 20 persennya kita alokasikan ke penerima bantuan modal usaha Rp10 juta per KK. Lalu 10 persennya untuk bantuan modal pedagang, insentif guru honorer, tenaga medis, imam masjid, kepala RT, RW dan dusun, dan umrah gratis bagi 50 orang tiap tahunnya," tambah mantan legislator DPRD Sulsel ini.
Lihat Juga :