KPU Blitar Beri Lampu Hijau Paslon Bawa Contekan Saat Debat Publik
Selasa, 03 November 2020 - 05:08 WIB
loading...
KPU Kabupaten Blitar menginginkan debat publik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Blitar 2020 ke depan, lebih dinamis. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BLITAR - KPU Kabupaten Blitar menginginkan debat publik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Blitar 2020 ke depan, lebih dinamis. Karenanya KPU Kabupaten Blitar tidak menghalangi masing-masing paslon membawa alat peraga atau contekan.
"Saya khawatir kalau kita kaku, tidak boleh membawa apa-apa, malah tidak terjadi dialog. Dialektikanya tidak muncul," ujar Ketua KPU Kabupaten Blitar , Hadi Santoso kepada SINDOnews.com, Senin (2/11/2020). (Baca juga: Pengacara Anggota Moge yang Aniaya Intel Kodim: Keributan Akibat Pengadangan )
Dalam debat publik pertama lalu, paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS terlihat membawa contekan. Untuk menjawab pertanyaan moderator maupun rivalnya, yakni paslon petahana Rijanto-Marhenis Urip Widodo, Cabup Rini terlihat beberapa kali membaca contekannya.
Sejumlah pihak menyoroti hal itu. Menurut Hadi, membawa alat peraga atau contekan tidak apa-apa. "Tidak apa-apa. Tidak diatur. Maksdnya tidak ada larangan si A, si B dan si C membawa alat peraga (contekan)," kata Hadi. Ditegaskan Hadi, tidak masalah paslon membawa contekan ke atas panggung debat.
Ia mencontohkan debat publik Pilgub DKI Jakarta. Di mana paslon juga dibolehkan membawa alat peraga atau contekan. Begitu juga dalam debat Pilpres. Kalau dilarang, Hadi khawatir debat publik malah akan semakin tidak dinamis. (Baca juga: Miris, Guru SD di OKU Selatan Tertangkap Saat Transaksi Sabu )
Terutama di Kabupaten Blitar , yang terjadi proses debat publik akan banyak berhenti di tengah jalan. Apalagi jika ada salah satu paslon yang lemah dalam public speaking. Hadi khawatir, pelarangan membawa contekan akan memunculkan persepsi hendak menghabisi atau mempermalukan paslon tersebut. "Khawatirnya malah muncul persepsi hendak menghabisi," kata Hadi.
"Saya khawatir kalau kita kaku, tidak boleh membawa apa-apa, malah tidak terjadi dialog. Dialektikanya tidak muncul," ujar Ketua KPU Kabupaten Blitar , Hadi Santoso kepada SINDOnews.com, Senin (2/11/2020). (Baca juga: Pengacara Anggota Moge yang Aniaya Intel Kodim: Keributan Akibat Pengadangan )
Dalam debat publik pertama lalu, paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS terlihat membawa contekan. Untuk menjawab pertanyaan moderator maupun rivalnya, yakni paslon petahana Rijanto-Marhenis Urip Widodo, Cabup Rini terlihat beberapa kali membaca contekannya.
Sejumlah pihak menyoroti hal itu. Menurut Hadi, membawa alat peraga atau contekan tidak apa-apa. "Tidak apa-apa. Tidak diatur. Maksdnya tidak ada larangan si A, si B dan si C membawa alat peraga (contekan)," kata Hadi. Ditegaskan Hadi, tidak masalah paslon membawa contekan ke atas panggung debat.
Ia mencontohkan debat publik Pilgub DKI Jakarta. Di mana paslon juga dibolehkan membawa alat peraga atau contekan. Begitu juga dalam debat Pilpres. Kalau dilarang, Hadi khawatir debat publik malah akan semakin tidak dinamis. (Baca juga: Miris, Guru SD di OKU Selatan Tertangkap Saat Transaksi Sabu )
Terutama di Kabupaten Blitar , yang terjadi proses debat publik akan banyak berhenti di tengah jalan. Apalagi jika ada salah satu paslon yang lemah dalam public speaking. Hadi khawatir, pelarangan membawa contekan akan memunculkan persepsi hendak menghabisi atau mempermalukan paslon tersebut. "Khawatirnya malah muncul persepsi hendak menghabisi," kata Hadi.
Lihat Juga :