Periksa 96 Sampel/Hari, Ini Mekanisme Pemeriksaan di Lab RS USU
Jum'at, 08 Mei 2020 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
“Sampai sekarang RS USU tidak menarik biaya untuk masyarakat. Keseluruhan biaya ditanggung USU, Mendikbud dan bantuan pusat serta Pemprov Sumut,” tambahnya.
Sedangkan laporan hasil pemeriksaan specimen, kata Dewi, wajib dilaporkan terlebih dahulu kepada Litbangkes Kemenkes melalui sistem daring. Kemudian ke dinas kesehatan dan dapat juga dikirimkan ke RS yang merujuk.
Dewi juga menceritakan bagaimana pihaknya harus bolak balik, naik turun untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan. Sebab, persediaan reagensi yang ada sangat terbatas. Namun ini juga dialami negara lain, bukan hanya di Sumut.
“Mulai dari VTM, kit ekstraski dan kit PCR. Jadi reagen (reagensia) ini yang memang susah mendapatkannya. Punya uang pun belum tentu bisa dapat. Kemudian jika ada reagen jenis baru kita harus ulang uji coba lagi. Kalau sesuai dan dianggap baik, baru kita tangani pasien,” sebutnya.
Karenanya Lab RS USU terus berkoordinasi hingga sudah beraudiensi ke Gubernur Sumut. Bahwa katanya, semua sudah bekerja maksimal, namun memang barangnya susah dicari.
Sementara untuk menemukan vaksin, Dewi mengakui untuk langkah itu memerlukan fasilitas yang lebih, sehingga belum bisa dilakukan penelitian itu. Namun yang dapat dijalankan adalah dengan plasma dari pasien positif Covid-19 yang sembuh.
Dengan begitu, Jubir GTPP Covid-19 Whiko mengimbau kembali kepada warga Sumut untuk tetap di rumah atau gunakan masker jika keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak interaksi serta menjauhi kerumunan.
Sedangkan laporan hasil pemeriksaan specimen, kata Dewi, wajib dilaporkan terlebih dahulu kepada Litbangkes Kemenkes melalui sistem daring. Kemudian ke dinas kesehatan dan dapat juga dikirimkan ke RS yang merujuk.
Dewi juga menceritakan bagaimana pihaknya harus bolak balik, naik turun untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan. Sebab, persediaan reagensi yang ada sangat terbatas. Namun ini juga dialami negara lain, bukan hanya di Sumut.
“Mulai dari VTM, kit ekstraski dan kit PCR. Jadi reagen (reagensia) ini yang memang susah mendapatkannya. Punya uang pun belum tentu bisa dapat. Kemudian jika ada reagen jenis baru kita harus ulang uji coba lagi. Kalau sesuai dan dianggap baik, baru kita tangani pasien,” sebutnya.
Karenanya Lab RS USU terus berkoordinasi hingga sudah beraudiensi ke Gubernur Sumut. Bahwa katanya, semua sudah bekerja maksimal, namun memang barangnya susah dicari.
Sementara untuk menemukan vaksin, Dewi mengakui untuk langkah itu memerlukan fasilitas yang lebih, sehingga belum bisa dilakukan penelitian itu. Namun yang dapat dijalankan adalah dengan plasma dari pasien positif Covid-19 yang sembuh.
Dengan begitu, Jubir GTPP Covid-19 Whiko mengimbau kembali kepada warga Sumut untuk tetap di rumah atau gunakan masker jika keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak interaksi serta menjauhi kerumunan.
(nfl)
Lihat Juga :