Sensasi Bertualang di Bukit Maras, Ini Pantangan dan Larangan yang Wajib Dipatuhi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 12:59 WIB
loading...
Peserta kemah saat berada di puncak Gunung Maras, Kabupaten Bangka, Kepualan Bangka Belitung (Babel). Foto/Ist
A
A
A
BANGKA - Bertualang ke Bukit Maras yang terletak di Kabupaten Bangka, Kepualan Bangka Belitung (Babel), dengan pemandangan alam menakjubkan, selalu menjadi lokasi favorit bagi pecinta alam.
Namun, jika kelokasi ini pengunjung wajib mematuhi pantangan dan larangan yang bersifat adat dan umum.
"Di sini berembuk, berdiskusi dan berdialog untuk menetapkan apa-apa saja yang menjadi pantangan larangan selama kegiatan mendaki di gunung Maras," kata Ketua KNPI Babel, Muhamad Irham, saat menggelar diskusi sambil bertualang dengan sejumlah komunitas di Bukit Maras, Rabu (21/10/2020).
Menurut Irham, ada beberapa pantangan dan larangan yang wajib diketahui saat mendaki Bukit Maras. Namun, jarang diketahui pendaki, padahal hal tersebut cukup memberi resiko jika dilanggar atau tak dijalankan.
Untuk itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Babel, dalam rangkaian menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-92, dengan melibatkan puluhan komunitas pecinta alam, organisasi kepemudaan lainnya bersama ratusan peserta, menggelar kemah sembari membahas pantang larang tersebut.
Namun, jika kelokasi ini pengunjung wajib mematuhi pantangan dan larangan yang bersifat adat dan umum.
"Di sini berembuk, berdiskusi dan berdialog untuk menetapkan apa-apa saja yang menjadi pantangan larangan selama kegiatan mendaki di gunung Maras," kata Ketua KNPI Babel, Muhamad Irham, saat menggelar diskusi sambil bertualang dengan sejumlah komunitas di Bukit Maras, Rabu (21/10/2020).
Menurut Irham, ada beberapa pantangan dan larangan yang wajib diketahui saat mendaki Bukit Maras. Namun, jarang diketahui pendaki, padahal hal tersebut cukup memberi resiko jika dilanggar atau tak dijalankan.
Untuk itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Babel, dalam rangkaian menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-92, dengan melibatkan puluhan komunitas pecinta alam, organisasi kepemudaan lainnya bersama ratusan peserta, menggelar kemah sembari membahas pantang larang tersebut.
Lihat Juga :