Sempat Cabut Dukungan, FK3 Minta Maaf ke Kelana
Rabu, 21 Oktober 2020 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Kalau tidak tahu, berarti ada yang memerintah? "Kita kan memang ada organisasinya, tapi kami memang enggak tahu sejauh mana komunikasinya Pak Kelana dengan teman-teman kiai kampung ini," ucapnya. "Tapi itu, ya kemarin itu kita minta maaf kepada warga, masyarakat, dan tentu kepada Pak Kelana, bahwa itu kesalahan kami," imbuhnya.
Haris menambahkan, klarifikasi ini sekaligus pembatalan pencabutan dukungan FK3 terhadap Kelana-Astutik. "Sekarang masih seperti itu (masih mendukung). Dengan pernyataan minta maaf saya, berarti itu (pernyataan pencabutan dianggap tidak ada," katanya.Selain itu, Haris memastikan bahwa tidak ada yang membuatkan naskah dalam pernyataan pencabutan. "Itu oret-oretan sendiri saja karena ketidaktahuan kami saat itu. Yang bikin saya, bukan suruhan orang lain," ujarnya.
Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Kelana-Astutik, Haji Masnuh menyesalkan langkah Haris yang mengatasnamakan kiai kampung, karena kiai kiai kampung jumlahnya banyak dan tidak cukup hanya diwakili 12 orang."Ini tanpa berpikir panjang, menamakan dirinya kelompok kiai kampung. Saya sendiri tidak jelas, ini kiaikampung yang mana. Komunitas kiai kampung itu ada, tapi tidak semacan ini," katanya.
Saol pengakuan Haris bahwa pernyataan ini atas inisiatifnya sendiri, menurut Masnuh, itu kesalahan besar. Meski demikian, karena sudah tabayyun dan minta maaf, pihak Kelana-Astutik menegaskan persoalan ini sudah selesai. "Mereka sudah minta maaf, ya harus kita maafkan, tapi jangan diulangi lagi. Kalau sampai diulangi lagi, ini kan bisa pencemaran nama baik paslon dan pendukungnya," ujar Masnuh.
Apakah tim Kelana-Astutik sudah melakukan langkah hukum terkait pernyataan Haris? "Belum, kita mengklarifikasi dulu, kita pakai bahasa NU , tabayyun. Kalau memang sudah bisa diselasaikan ya sudah, untuk apa kita sampai ke ranah hukum," tandasnya.
Haris menambahkan, klarifikasi ini sekaligus pembatalan pencabutan dukungan FK3 terhadap Kelana-Astutik. "Sekarang masih seperti itu (masih mendukung). Dengan pernyataan minta maaf saya, berarti itu (pernyataan pencabutan dianggap tidak ada," katanya.Selain itu, Haris memastikan bahwa tidak ada yang membuatkan naskah dalam pernyataan pencabutan. "Itu oret-oretan sendiri saja karena ketidaktahuan kami saat itu. Yang bikin saya, bukan suruhan orang lain," ujarnya.
Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Kelana-Astutik, Haji Masnuh menyesalkan langkah Haris yang mengatasnamakan kiai kampung, karena kiai kiai kampung jumlahnya banyak dan tidak cukup hanya diwakili 12 orang."Ini tanpa berpikir panjang, menamakan dirinya kelompok kiai kampung. Saya sendiri tidak jelas, ini kiaikampung yang mana. Komunitas kiai kampung itu ada, tapi tidak semacan ini," katanya.
Saol pengakuan Haris bahwa pernyataan ini atas inisiatifnya sendiri, menurut Masnuh, itu kesalahan besar. Meski demikian, karena sudah tabayyun dan minta maaf, pihak Kelana-Astutik menegaskan persoalan ini sudah selesai. "Mereka sudah minta maaf, ya harus kita maafkan, tapi jangan diulangi lagi. Kalau sampai diulangi lagi, ini kan bisa pencemaran nama baik paslon dan pendukungnya," ujar Masnuh.
Apakah tim Kelana-Astutik sudah melakukan langkah hukum terkait pernyataan Haris? "Belum, kita mengklarifikasi dulu, kita pakai bahasa NU , tabayyun. Kalau memang sudah bisa diselasaikan ya sudah, untuk apa kita sampai ke ranah hukum," tandasnya.
(don)
Lihat Juga :