Sempat Cabut Dukungan, FK3 Minta Maaf ke Kelana

Rabu, 21 Oktober 2020 - 07:52 WIB
loading...
Sempat Cabut Dukungan,...
Haris Nukman (tengah) didampingi Haji Masnuh (dua dari kanan) dan sejumlah kiai NU serta perwakilan pendukung Kelana-Astutik. Foto SINDOnews
A A A
SIDOARJO - Koordinator Forum Komunikasi Kiai Kampung (FK3), Haris Nukman menyatakan permintaan maaf secara terbuka khususnya kepada pasangan Cabup-Cawabup nomor urut tiga, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.

"Saya Haris Nukman. Dengan ini saya menyatakan, bahwa saya kemarin membacakan rilis tentang Forum Komunikasi Kiai Kampung. Dan saya mohon maaf, ini atas ketidaktahuan saya sebenarnya, bagaimana sebenarnya komunikasi antara Forum Komunikasi Kiai Kampung ini dengan Pak Kelana," katanya, Selasa (20/10/2020).

"Untuk itu, saya mohon maaf kepada Bapak Kelana dan tentu kepada seluruh masyarakat Sidoarjo atas tindakan yang telah saya lakukan. Demikin pernyataan yang bisa saya sampaikan, terima kasih," sambungnya.(Baca: Salah Satu Balon Wakil Bupati Peserta Pilkada Sidoarjo Positif COVID-19)

Pernyataan Haris tersebut disampaikan usai acara silaturahmi Tim Bintang Sembilan Berkelas bersama kiai kampung, tokoh masyarakat, dan warga Nahdlatul Ulama (NU) Balongbendo, Sidoarjo. Sebelumnya, Haris membacakan pernyataan FK3 Sidoarjo terkait pencabutan dukungannya kepada Kelana-Astutik di Rumah Makan Asap-Asap, Taman Pinang, Senin (19/10/2020).

Menurut Haris, pencabutan didasarkan pada terputusnya komunikasi antara FK3 dengan Kelana, yang dinilai tidak menindaklanjuti program-program kesejahteraan FK3 yang pernah disepakati dalam deklarasi di Fave Hotel Sidoarjo, 8 Maret 2020.

Apakah pencabutan dukungan tersebut paksaan dari pihak tertentu? "Ehm, saya memang tidak tahu, sejauh mana komunikasinya FK3 itu dengan Pak Kelana, jadi saya tidak tahu memang. Apa yang saya lakukan, ya wis.. " ujarnya.

Jadi cuma ikut-ikutan, bukankah anda koordinator? "Saya memang tidak tahu ya," elaknya, termasuk saat ditanya apakah 12 orang lainnya ada yang mengerahkan, inisiatif sendiri, atau dalam koordinasi FK3. "Ya memang teman-teman dari beberapa kecamatan dan itu ya memang.. ya tidak tahu ya," katanya. (Baca: Mendagri Minta ASN dan Penyelenggara Pemilu Netral di Pilkada 2020)

Kalau tidak tahu, berarti ada yang memerintah? "Kita kan memang ada organisasinya, tapi kami memang enggak tahu sejauh mana komunikasinya Pak Kelana dengan teman-teman kiai kampung ini," ucapnya. "Tapi itu, ya kemarin itu kita minta maaf kepada warga, masyarakat, dan tentu kepada Pak Kelana, bahwa itu kesalahan kami," imbuhnya.

Haris menambahkan, klarifikasi ini sekaligus pembatalan pencabutan dukungan FK3 terhadap Kelana-Astutik. "Sekarang masih seperti itu (masih mendukung). Dengan pernyataan minta maaf saya, berarti itu (pernyataan pencabutan dianggap tidak ada," katanya.Selain itu, Haris memastikan bahwa tidak ada yang membuatkan naskah dalam pernyataan pencabutan. "Itu oret-oretan sendiri saja karena ketidaktahuan kami saat itu. Yang bikin saya, bukan suruhan orang lain," ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Kelana-Astutik, Haji Masnuh menyesalkan langkah Haris yang mengatasnamakan kiai kampung, karena kiai kiai kampung jumlahnya banyak dan tidak cukup hanya diwakili 12 orang."Ini tanpa berpikir panjang, menamakan dirinya kelompok kiai kampung. Saya sendiri tidak jelas, ini kiaikampung yang mana. Komunitas kiai kampung itu ada, tapi tidak semacan ini," katanya.

Saol pengakuan Haris bahwa pernyataan ini atas inisiatifnya sendiri, menurut Masnuh, itu kesalahan besar. Meski demikian, karena sudah tabayyun dan minta maaf, pihak Kelana-Astutik menegaskan persoalan ini sudah selesai. "Mereka sudah minta maaf, ya harus kita maafkan, tapi jangan diulangi lagi. Kalau sampai diulangi lagi, ini kan bisa pencemaran nama baik paslon dan pendukungnya," ujar Masnuh.

Apakah tim Kelana-Astutik sudah melakukan langkah hukum terkait pernyataan Haris? "Belum, kita mengklarifikasi dulu, kita pakai bahasa NU , tabayyun. Kalau memang sudah bisa diselasaikan ya sudah, untuk apa kita sampai ke ranah hukum," tandasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
Halal Industrial Park...
Halal Industrial Park Sidoarjo Diproyeksi Jadi Industri Halal Skala Global
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Barometer ETLE Nasional,...
Barometer ETLE Nasional, Kakorlantas Puji Kinerja Ditlantas Polda Jatim
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Cek Jadwal dan Kuota...
Cek Jadwal dan Kuota Jalur Prestasi SPMB Jatim 2026, Ada Golden Ticket
Rekomendasi
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Berita Terkini
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Legislator Perindo Minta Pemkab Sikka Cegah Pungli di Sekolah
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved