Blusukan, Sunaryanta Janji Lindungi Keberadaan Pasar Tradisional
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau dulu dengan sistem pasaran lima hari sekali. Konsep ini bisa dilestarikan. Saya yakin para perantau yang pulang akan kangen suasana pasar tradisional dengan makanan tradisional pula," paparnya. (Baca juga: Libur Panjang Akhir Pekan, Warga Jateng Disarankan Tak Mudik)
Sunaryanta melanjutkan, regulasi perlindungan pasar tradisional penting dilakukan. Dengan demikian ada kebijakan yang berpihak pada keberadaan ekonomi kerakyatan. (Baca juga: BMKG: Hindari Berteduh di Bawah Pohon saat Hujan Disertai Petir)
"Kebijakan juga harus diimbangi gerakan dan ajakan ke pasar tradisional. Misalnya gerakan gerebek pasar dengan para pejabat yang harus belanja di pasar tradisional. Pejabat harus menjadi contoh melindungi ekonomi kerakyatan ," tutur dia.
Dalam setiap kegiatan blusukan di pasar Sunaryanta juga melakukan aksi borong sayur mayur dan kebutuhan lain di pasar tradisional. "Siapa lagi kalau bukan kita yang mendorong dan melindungi pasar tradisional, "pungkasnya.
Sunaryanta melanjutkan, regulasi perlindungan pasar tradisional penting dilakukan. Dengan demikian ada kebijakan yang berpihak pada keberadaan ekonomi kerakyatan. (Baca juga: BMKG: Hindari Berteduh di Bawah Pohon saat Hujan Disertai Petir)
"Kebijakan juga harus diimbangi gerakan dan ajakan ke pasar tradisional. Misalnya gerakan gerebek pasar dengan para pejabat yang harus belanja di pasar tradisional. Pejabat harus menjadi contoh melindungi ekonomi kerakyatan ," tutur dia.
Dalam setiap kegiatan blusukan di pasar Sunaryanta juga melakukan aksi borong sayur mayur dan kebutuhan lain di pasar tradisional. "Siapa lagi kalau bukan kita yang mendorong dan melindungi pasar tradisional, "pungkasnya.
(boy)
Lihat Juga :