BPBD Imbau Warga di Bibir Pantai Sumbar dan Mentawai Mengungsi
Senin, 19 Oktober 2020 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menerangkan berdasarkan analisis lokasi dan kedalaman, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal. Gempa ini diakibatkan aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai . "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," jelasnya.
Triyono memaparkan berdasarkan analisis skala intensitas guncangan yang diukur dengan satuan modified mercalli intensity (MMI), kedua gempa tersebut dirasakan di Padang Painan dan Mentawai. Selain itu, gempa itu dirasakan di Mukomuko, Kota Bengkulu, Kepahiang, dan Bengkulu Utara.
Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun, Pusat Pengendali Operasi BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang warganya merasakan guncangan.
Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki potensi bahaya gempa bumi dan tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi. Terdapat 10 kecamatan di kabupaten ini yang berada pada bahaya gempa bumi dan tsunami.
Triyono memaparkan berdasarkan analisis skala intensitas guncangan yang diukur dengan satuan modified mercalli intensity (MMI), kedua gempa tersebut dirasakan di Padang Painan dan Mentawai. Selain itu, gempa itu dirasakan di Mukomuko, Kota Bengkulu, Kepahiang, dan Bengkulu Utara.
Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun, Pusat Pengendali Operasi BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang warganya merasakan guncangan.
Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki potensi bahaya gempa bumi dan tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi. Terdapat 10 kecamatan di kabupaten ini yang berada pada bahaya gempa bumi dan tsunami.
(awd)
Lihat Juga :