Ridwan Kamil Bersyukur, Zona Merah di Jabar Tinggal 2 Daerah

loading...
Ridwan Kamil Bersyukur, Zona Merah di Jabar Tinggal 2 Daerah
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memaparkan hasil kajian epidemiologi COVID-19 di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Senin (18/10/2020). SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan rasa syukur karena hasil kajian epidemiologi terbaru menunjukkan bahwa zona merah COVID-19 di Jabar tinggal tersisa 2 daerah.

"Alhamdulillah, zona merah sekarang hanya dua daerah. Sempat 7, 5, 3 sekarang 2 laporannya di minggu ini, yakni Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon," ungkap Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang juga digelar virtual dari Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (18/10/2020). (Baca juga: Vaksin COVID-19 Segera Hadir, Ridwan Kamil: Semoga Jadi Akhir Cerita Pandemi)

Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu berharap, dengan metode pengendalian COVID-19 yang terus dilakukan, maka Jabar diharapkan dapat terbebas dari zona merah COVID-19. (Baca juga: Geger Mayat Pria Tak Berbusana di Hutan Gunung Buthak Diduga Dibunuh)

Terlebih, berdasarkan kajian epidemiologi selama 3 pekan berturut-turut, zona merah COVID-19 di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) yang merupakan episentrum penyebaran COVID-19 di Provinsi Jabar tinggal tersisa Kabupaten Bekasi saja. (Baca juga: Wong Solo Sepakat Tolak Tindakan Anarkis dan Kerusuhan)

"Mudah-mudahan, dengan metode yang terus kita lakukan zona merah bisa nol sama sekali karena Bodebek sudah konsisten selama tiga minggu hanya satu zona merah. Sehingga mudah-mudahan bisa clear," tuturnya.

Tidak hanya itu, Kang Emil, sapaan akrabnya, kembali mengucap syukur karena pekan ini, Jabar dapat memenuhi standar World Health Organization (WHO) terkait tes COVID-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR).



"Alhamdulillah, minggu ini kita sudah memenuhi standar WHO. Jadi, seluruh warga Jabar kali 1 persennya sudah dilakukan tes PCR. Jadi, tes PCR kita sudah 1 persen dari jumlah populasi di angka mendekati 50 juta jiwa, 500.000 tes PCR," papar Kang Emil seraya menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya pengendalian dan kapasitas testing COVID-19.

Berita baik lainnya, tingkat kematian akibat COVID-19 di Jabar juga terus mengalami penurunan dan angka kesembuhan pasien COVID-19 terus meningkat. Adapun reproduksi efektif (Rt) COVID-19 kini berada di angka 1,04.

"Tingkat kematian kita di 1,85 persen, alhamdulillah dan angka kesembuhan menaik di angka 67 persen. Itu dua berita indikator yang mengindikasikan keterkendalian di Jabar membaik, termasuk angka reproduksi COVID-19 kita 1,04. Jadi, masuk ke rata-rata 1," katanya.



Diketahui, pada pekan sebelumnya atau periode 5-10 Oktober 2020, wilayah Bandung Raya yang merupakan episentrum COVID-19 di Provinsi Jabar selain Bodebek sudah terbebas dari zona merah COVID-19.

Pada periode itu, zona merah COVID-19 di Provinsi Jabar hanya tersisa tiga daerah yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Kuningan.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top