Wong Solo Sepakat Tolak Tindakan Anarkis dan Kerusuhan
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:11 WIB
loading...
Deklarasi elemen masyarakat di Kota Solo menolak anarkisme, kekerasan dan kerusuhan di Balai Kota Solo, Senin (19/10/2020). Foto/Ist
A
A
A
WONG SOLO SEPAKAT TOLAK TINDAKAN ANARKIS DAN KERUSUHAN - Ratusan elemen masyarakat di Kota Solo menggelar deklarasi damai menolak anarkisme , kekerasan dan kerusuhan, Senin (19/10/2020). Deklarasi yang digelar di Balai Kota Solo, menyusul maraknya aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis.
Deklarasi dihadiri oleh unsur Forkopimda dan perwakilan elemen dan komponen kemasyarakatan di Kota Solo. Pembacaan deklarasi dipimpin langsung Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy). (Baca juga: Aksi Damai Tolak Omnibus Law di Solo, Mahasiswa Desak Presiden Terbitkan Perpu)
"Deklarasi ini untuk mengingatkan kembali untuk warga masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya,” kata Rudy. Pihaknya tidak ingin kejadian kerusuhan tahun 1998 silam kembali terulang. Pihaknya mengajak warga Solo untuk mencintai pembangunan yang ada di Kota Solo. Sebab pembangunan berasal dari anggaran rakyat, sehingga jangan sampai ada yang merusak. (Baca juga: Gibran Pakai Jurkam Nasional, Bajo Kerahkan Kuli hingga Penjual Angkringan)
Sedangkan Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, deklarasi ini penting untuk menyamakan visi dan persepsi agar penyampaian pendapat di muka umum dilakukan dengan azas berimbang antara hak dan kewajiban, serta bertanggung jawab dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
"Untuk antisipasi beberapa kejadian demo berujung anarkis di beberapa daerah, maka semua elemen masyarakat Solo menggelar deklarasi damai. Guna antisipasi kejadian anarkis saat ada unjuk rasa," kata Ade Safri.
Deklarasi dihadiri oleh unsur Forkopimda dan perwakilan elemen dan komponen kemasyarakatan di Kota Solo. Pembacaan deklarasi dipimpin langsung Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy). (Baca juga: Aksi Damai Tolak Omnibus Law di Solo, Mahasiswa Desak Presiden Terbitkan Perpu)
"Deklarasi ini untuk mengingatkan kembali untuk warga masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya,” kata Rudy. Pihaknya tidak ingin kejadian kerusuhan tahun 1998 silam kembali terulang. Pihaknya mengajak warga Solo untuk mencintai pembangunan yang ada di Kota Solo. Sebab pembangunan berasal dari anggaran rakyat, sehingga jangan sampai ada yang merusak. (Baca juga: Gibran Pakai Jurkam Nasional, Bajo Kerahkan Kuli hingga Penjual Angkringan)
Sedangkan Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, deklarasi ini penting untuk menyamakan visi dan persepsi agar penyampaian pendapat di muka umum dilakukan dengan azas berimbang antara hak dan kewajiban, serta bertanggung jawab dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
"Untuk antisipasi beberapa kejadian demo berujung anarkis di beberapa daerah, maka semua elemen masyarakat Solo menggelar deklarasi damai. Guna antisipasi kejadian anarkis saat ada unjuk rasa," kata Ade Safri.
Lihat Juga :