Panas Pilkada Karawang, Ketua PCNU Tuding Pimpinan Pompes Terima Uang
Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Komplotan Pencuri Sembunyikan 6 Ekor Sapi di Lereng Argopuro )
Uyan menyebut kelima Kyai itu adalah golongan NU kultural. Cellica-Aep, kata Uyan mencoba mencari dukungan dari para Kyai NU kultural tersebut. Sebab, lanjut Uyan, Cellica-Aep dinilai tak bisa mencari dukungan dari NU struktural. Hanya saja pesan grup WA untuk kalangan pengurus PCNU Karawang bocor kemasyarakat dan tersebar di medsos.
Kepada wartawan, Uyan mengaku tidak mengerti kenapa pesan grup WA PCNU Karawang bisa menyebar kemasyarakat. Dia juga meminta maaf kepada pasangan Cellica-Aep karena telah menyampaikan pesan seperti itu kepada pengurus NU. "Saya meminta maaf atas kejadian ini, dan ini saya lakukan atas nama pribadi bukan organisasi NU," katanya.
Sementara itu Kepala Pondok Pesantren Annihayah, Karawang , Kyai Ahmad Tatang Syihabudin yang namanya disebut telah menerima uang merasa difitnah. Dia mengaku saat musim Pilkada ini, bukan hal aneh jika ada calon yang datang untuk sowan ke Kyai dan pesantren NU.
"Kami mempersilahkan semua paslon untuk datang. Karena mungkin kami dipandang sebagai orang tua yang biasanya diminta mendoakan dan menasehati. Itu saja. Tidak ada janji-janji politik apalagi dibayar," kata Tatang, melalui sambungan telepon, Sabtu (17/10/2020).
Uyan menyebut kelima Kyai itu adalah golongan NU kultural. Cellica-Aep, kata Uyan mencoba mencari dukungan dari para Kyai NU kultural tersebut. Sebab, lanjut Uyan, Cellica-Aep dinilai tak bisa mencari dukungan dari NU struktural. Hanya saja pesan grup WA untuk kalangan pengurus PCNU Karawang bocor kemasyarakat dan tersebar di medsos.
Kepada wartawan, Uyan mengaku tidak mengerti kenapa pesan grup WA PCNU Karawang bisa menyebar kemasyarakat. Dia juga meminta maaf kepada pasangan Cellica-Aep karena telah menyampaikan pesan seperti itu kepada pengurus NU. "Saya meminta maaf atas kejadian ini, dan ini saya lakukan atas nama pribadi bukan organisasi NU," katanya.
Sementara itu Kepala Pondok Pesantren Annihayah, Karawang , Kyai Ahmad Tatang Syihabudin yang namanya disebut telah menerima uang merasa difitnah. Dia mengaku saat musim Pilkada ini, bukan hal aneh jika ada calon yang datang untuk sowan ke Kyai dan pesantren NU.
"Kami mempersilahkan semua paslon untuk datang. Karena mungkin kami dipandang sebagai orang tua yang biasanya diminta mendoakan dan menasehati. Itu saja. Tidak ada janji-janji politik apalagi dibayar," kata Tatang, melalui sambungan telepon, Sabtu (17/10/2020).
Lihat Juga :