Strategi Berjuang HBICS Balikpapan di Tengah Pandemi COVID-19

loading...
Strategi Berjuang HBICS Balikpapan di Tengah Pandemi COVID-19
Sekolah Harapan Bangsa Balikpapan terus berinovasi sebagai bentuk komitmen atas kepercayaan orangtua terhadap sekolah terkait menghadapi kondisi Pandemi COVID-19. Foto iNews TV/Mukmin A
BALIKPAPAN - Sekolah swasta berbasis karya Harapan Bangsa Balikpapan (HBICS) termasuk sekolah yang terkena dampak krisis akibat pandemi COVID-19. Sebelum pandemi COVID-19 terjadi, kondisi sekolah-sekolah swasta termasuk Harapan Bangsa Balikpapan sudah bersaing ketat dengan sekolah-sekolah negeri.

Tentunya, kondisi saat ini semakin membuat Sekolah Harapan Bangsa Balikpapan harus terus berinovasi sebagai bentuk komitmen atas kepercayaan orangtua terhadap sekolah.(Baca : Diduga Mencuri Ikan di Laut Natuna Utara, TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Berbendera Vietnam)

Meski demikian, kualitas pendidikan di sekolah swasta harapan bangsa ternyata tidak kalah saing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Selaras dengan nilai-nilai kristiani, Sekolah Harapan Bangsa didukung dengan kurikulum nasional K-13 dan Kurikulum Cambridge yang modern serta mengikuti perkembangan di dunia pendidikan abad 21, meskipun demikian sekolah ini tetap diminati walaupun pandemi tak kunjung usai.

Kepala Sekolah HBICS Ruth Murwani Dumasthary menyatakan, saat ini memang pihaknya tengah menyiapkan generasi adaptif yang mampu menghadapi persaingan di masa depan.(Bisa diklik : Cium Mahasiswi yang Hendak Minta Tanda Tangan, Oknum Kades Jadi Tersangka)



“Kondisi saat ini, terlebih di tengah pandemi memang setiap sekolah ikut merasakan. Tapi jika kita tidak berdaya saing lebih, maka kita akan terpuruk,” katanya di Balikpapan, Jumat (16/10/2020).

Menurut penjelasannya, untuk menarik minat pendaftar, HBICS menggunakan konsep pendidikan karakter mulia, akal budi dan kecerdasan, relasi berkualitas, yesus sebagai pusat, aksi nyata, yang disingkat KARYA. Konsep itu menjadikan sekolah harapan bangsa dikenal sebagai sekolah KARYA.

“Sekarang ini siswa dididik tidak hanya sekedar tahu apa, tapi bisa apa. Pengetahuan yang kita beri, siswa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menghasilkan KARYA, seperti contohnya di bulan Oktober salah satu siswa SD kelas 5 HBICS, Maria Padmarastri Sih Kinanti (Ninan) berhasil menerbitkan buku pertamanya yang berjudul 'Kisah Cingu Si Kucil Lucu'. Selain itu beberapa siswa SMA kami juga berhasil menerbitkan buku kumpulan puisi dengan judul 'Seikat Bunga Kata',” ujarnya.



Tidak hanya itu, konsep KARYA diperkaya dengan ketrampilan Abad 21, mulai dari membangun karakter dan melatih etos kerja sejak dini, hingga mengasah kemampuan kognitif dan literasi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top