Aliansi Kebangsaan Gelar FGD Virtual Gerakan Tranformasi Menuju Ekonomi Pengetahuan
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Pontjo mengingatkan, kekuatan suatu bangsa diukur dari kemampuan Iptek sebagai faktor primer ekonomi menggantikan modal, lahan dan energi untuk peningkatan daya saing.
“Karenanya, peningkatan kapasitas Iptek adalah mengukuhkan kebangsaan yang berperadaban dalam meraih cita-cita nasional dengan paradigma Pancasila,” kata Pontjo.
Menurut Pontjo, kunci sukses meraih daya saing, hal yang sangat menentukan kemandirian ekonomi suatu bangsa. Model ekonomi berbasis pengetahuan, dapat menstimulasi kreativitas dalam penerapan pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan dan lingkungan alam dapat didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup suatu bangsa,” kata dia.
Oleh karena itulah, kata Pontjo, World Bank menaruh perhatian untuk mengukur dan memonitor perkembangan model ekonomi ini dengan menggunakan The Knowledge Economy Index (KEI) melalui empat pilar yang menjadi dasar penilaiannya.
“Harus kita sadari bersama bahwa transformasi perekonomian dunia menuju Ekonomi Pengetahuan pasti akan terus berlanjut, sejalan dengan kemajuan teknologi. Apakah bangsa ini akan berdiam diri hanya menjadi penonton dari transformasi tersebut sehingga terus menerus menjadi konsumen teknologi atau kita juga menjadi pemain aktif di dalamya?” kata dia.
Menurut Pontjo, semua itu tentu pilihannya terpulang dari bangsa ini. Namun menurut dia seharusnyalah bangsa ini terus berusaha mengejar ketertinggalan teknologi, apalagi Indonesia sudah bertekad menjadi negara maju pada tahun 2045.
“Karenanya, peningkatan kapasitas Iptek adalah mengukuhkan kebangsaan yang berperadaban dalam meraih cita-cita nasional dengan paradigma Pancasila,” kata Pontjo.
Menurut Pontjo, kunci sukses meraih daya saing, hal yang sangat menentukan kemandirian ekonomi suatu bangsa. Model ekonomi berbasis pengetahuan, dapat menstimulasi kreativitas dalam penerapan pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan dan lingkungan alam dapat didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup suatu bangsa,” kata dia.
Oleh karena itulah, kata Pontjo, World Bank menaruh perhatian untuk mengukur dan memonitor perkembangan model ekonomi ini dengan menggunakan The Knowledge Economy Index (KEI) melalui empat pilar yang menjadi dasar penilaiannya.
“Harus kita sadari bersama bahwa transformasi perekonomian dunia menuju Ekonomi Pengetahuan pasti akan terus berlanjut, sejalan dengan kemajuan teknologi. Apakah bangsa ini akan berdiam diri hanya menjadi penonton dari transformasi tersebut sehingga terus menerus menjadi konsumen teknologi atau kita juga menjadi pemain aktif di dalamya?” kata dia.
Menurut Pontjo, semua itu tentu pilihannya terpulang dari bangsa ini. Namun menurut dia seharusnyalah bangsa ini terus berusaha mengejar ketertinggalan teknologi, apalagi Indonesia sudah bertekad menjadi negara maju pada tahun 2045.
Lihat Juga :