PLT Bupati Raja Ampat Sesalkan Sekda Umumkan Hasil CPNS Tanpa Sepengetahuan Dirinya
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun kenyataannya hasil seleksi telah diumumkan tanpa sepengetahuan dirinya. Hal itu membuat Manuel kecewa.
"Hasil itu sendiri, kemarin sudah saya koordinasi, panggil Sekda menghadap, minta untuk pagi ini jangan diumumkan dulu. Laporkan hasilnya secara tertulis kepada saya selaku PLT Bupati Raja Ampat, saya pelajari dulu barang dua jam begitu baru link dibuka untuk diumumkan. Supaya saya punya jawaban yang sama dengan mereka. Tapi kenyataannya pagi ini berbeda. Tiba-tiba pagi tadi sudah diumumkan. Saya sendiri, jangankan nama yang lulus, titik pun saya tidak mengetahui nya. Sebagai PLT saya kecewa juga. Saya tidak dihargai seperti itu," kata Manuel dengan nada kecewa.
Manuel mengatakan, paling tidak dirinya dikasih tahu bahwa mau diumumkan hasil seleksi. Kalau sistem yang dibuat oleh komputer itu kan bisa dibuka, di-print dulu, yang lulus, lalu ditutup lagi.
"Hal ini kan ada 320 nama yang lulus, saya juga harus punya data dan jawaban saat ditanyakan ini 320 orang ini kenapa lulus, kan ada datanya, hal ini kan untuk menghindari adanya konflik kan begitu. Tapi ini tanpa saya ketahui hasilnya, langsung sudah diumumkan," kata dia.
Pengumuman ini, menurut Manuel, tidak sesuai yang diinstruksikan kepada Sekda dan hal ini sangat disayangkan. Menurut Manuel setidaknya sebagai PLT Bupati dirinya harus terlebih dahulu diberikan informasi atas pengumuman tersebut. Agar jika terjadi sesuatu maka dirinya dapat bertanggung jawab. Namun dengan sikap sekda yang melangkahi dirinya, maka sebagai PLT Bupati dirinya tidak bertanggung jawab atas pengumuman tersebut.
"Ini ternyata tidak sesuai yang saya instruksikan. Sehingga pagi tadi saya ditelepon oleh beberapa pencaker soal pengumuman ini tapi saya katakan bahwa saya sama sekali tidak mengetahuinya. Kan harusnya ada koordinasi dulu, saya selaku PLT wajib mengetahuinya, karena jika terjadi sesuatu kan saya bertanggung jawab. Tapi karena Sekda sudah buat seperti itu yah saya angkat tangan," kata dia.
Atas hal itu, selaku PLT Bupati Raja Ampat, Manuel Urbinas yang merasa kewenangannya dilangkahi langsung mengambil sikap dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Papua Barat dan Kementerian Dalam Negeri.
"Hasil itu sendiri, kemarin sudah saya koordinasi, panggil Sekda menghadap, minta untuk pagi ini jangan diumumkan dulu. Laporkan hasilnya secara tertulis kepada saya selaku PLT Bupati Raja Ampat, saya pelajari dulu barang dua jam begitu baru link dibuka untuk diumumkan. Supaya saya punya jawaban yang sama dengan mereka. Tapi kenyataannya pagi ini berbeda. Tiba-tiba pagi tadi sudah diumumkan. Saya sendiri, jangankan nama yang lulus, titik pun saya tidak mengetahui nya. Sebagai PLT saya kecewa juga. Saya tidak dihargai seperti itu," kata Manuel dengan nada kecewa.
Manuel mengatakan, paling tidak dirinya dikasih tahu bahwa mau diumumkan hasil seleksi. Kalau sistem yang dibuat oleh komputer itu kan bisa dibuka, di-print dulu, yang lulus, lalu ditutup lagi.
"Hal ini kan ada 320 nama yang lulus, saya juga harus punya data dan jawaban saat ditanyakan ini 320 orang ini kenapa lulus, kan ada datanya, hal ini kan untuk menghindari adanya konflik kan begitu. Tapi ini tanpa saya ketahui hasilnya, langsung sudah diumumkan," kata dia.
Pengumuman ini, menurut Manuel, tidak sesuai yang diinstruksikan kepada Sekda dan hal ini sangat disayangkan. Menurut Manuel setidaknya sebagai PLT Bupati dirinya harus terlebih dahulu diberikan informasi atas pengumuman tersebut. Agar jika terjadi sesuatu maka dirinya dapat bertanggung jawab. Namun dengan sikap sekda yang melangkahi dirinya, maka sebagai PLT Bupati dirinya tidak bertanggung jawab atas pengumuman tersebut.
"Ini ternyata tidak sesuai yang saya instruksikan. Sehingga pagi tadi saya ditelepon oleh beberapa pencaker soal pengumuman ini tapi saya katakan bahwa saya sama sekali tidak mengetahuinya. Kan harusnya ada koordinasi dulu, saya selaku PLT wajib mengetahuinya, karena jika terjadi sesuatu kan saya bertanggung jawab. Tapi karena Sekda sudah buat seperti itu yah saya angkat tangan," kata dia.
Atas hal itu, selaku PLT Bupati Raja Ampat, Manuel Urbinas yang merasa kewenangannya dilangkahi langsung mengambil sikap dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Papua Barat dan Kementerian Dalam Negeri.
Lihat Juga :