Bappenas Ingatkan Konsorsium KIT Batang agar Desain Master Plan Sesuai Klaster
Selasa, 13 Oktober 2020 - 15:28 WIB
loading...
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengingatkan konsorsium KIT Batang dalam pembuatan master plan harus didesain sesuai klaster
A
A
A
MAGELANG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengingatkan kepada konsorsium KIT Batang dalam pembuatan master plan harus didesain sesuai dengan klaster yang memiliki kemudahan perizinan dan keunggulan yang jadi pembeda kawasan industri lainya sebagai daya tarik investor.
"Infrastruktur KIT dibangun oleh pemerintah, tanahnya pun milik negara yang akan jadi proyek strategis nasional. Maka harus ada keunggulan dan pembeda yang menarik serta kompetitif dengan kawasan industri negara lain," kata Suharso Monoarfa, di Hotel Plataran Magelang, Senin (12/10/2020)
Tidak hanya itu, infrastruktur interchange, ketersediaan air bersih, listrik, gas hingga bahan bakunya bahkan sampai amdal industrinya harus dijamin oleh KIT, "Investor datang ke KIT Batang hanya bawa tas saja yang isinya desain engineering saja, ibarat kata investor datang tinggal pencet tombol saja dari listrik, gas, air baku, logistik dan pencet tombol lagi produk barang sudah jadi," pintanya.
Direktur PTPN IX Tyo Handoko mengatakan, semangat membangun KIT Batang belajar dari kawasan industri di Indonesia yang klasternya tidak jelas dan tidak ada pendukung lainnya sehingga kurang kompetitif.
"Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lagi mapping market minat yang akan masuk. Potensi hari ini dari market yang ada yaitu induatrial dasar, elektrik dan garmen," katanya.
"Infrastruktur KIT dibangun oleh pemerintah, tanahnya pun milik negara yang akan jadi proyek strategis nasional. Maka harus ada keunggulan dan pembeda yang menarik serta kompetitif dengan kawasan industri negara lain," kata Suharso Monoarfa, di Hotel Plataran Magelang, Senin (12/10/2020)
Tidak hanya itu, infrastruktur interchange, ketersediaan air bersih, listrik, gas hingga bahan bakunya bahkan sampai amdal industrinya harus dijamin oleh KIT, "Investor datang ke KIT Batang hanya bawa tas saja yang isinya desain engineering saja, ibarat kata investor datang tinggal pencet tombol saja dari listrik, gas, air baku, logistik dan pencet tombol lagi produk barang sudah jadi," pintanya.
Direktur PTPN IX Tyo Handoko mengatakan, semangat membangun KIT Batang belajar dari kawasan industri di Indonesia yang klasternya tidak jelas dan tidak ada pendukung lainnya sehingga kurang kompetitif.
"Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lagi mapping market minat yang akan masuk. Potensi hari ini dari market yang ada yaitu induatrial dasar, elektrik dan garmen," katanya.
Lihat Juga :