Pandemi COVID-19 Membuat Nelayan Cantrang Rembang Menjerit
Senin, 12 Oktober 2020 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Polisi Buru Penyedia Obat Aborsi yang Digunakan Anak PNS Blitar )
Sunarto menambahkan selain harga ikan turun, pandemi COVID-19 yang memukul sektor perekonomian, turut memicu pembayaran ikan dari pedagang kepada nelayan semakin lama. Sebelum pandemi, pembayaran lelang ikan bisa cair rata-rata 15 hari. Sekarang ini memakan waktu sebulan lebih.
"Pembayaran jadi lebih lama. Tapi mau bagimana lagi, kalau tidak melaut, terus kerja apa. Ya tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan. Yang penting ikan terbayar," imbuhnya.
Ditanya aktivitas bongkar muat ikan, Sunarto menimpali sebenarnya tidak ada perubahan mencolok, antara sebelum maupun saat pandemi. (Baca juga: Siang-siang 8 Pasangan Diciduk Saat Asyik Mesum di Kamar Kos )
Dalam sehari, sepuluhan kapal cantrang melelangkan ikan hasil melaut. Tapi ia mengakui waktu melaut nelayan belakangan ini jauh lebih lama, lantaran informasi dari nelayan hasil tangkapan tidak begitu bagus.
Sunarto menambahkan selain harga ikan turun, pandemi COVID-19 yang memukul sektor perekonomian, turut memicu pembayaran ikan dari pedagang kepada nelayan semakin lama. Sebelum pandemi, pembayaran lelang ikan bisa cair rata-rata 15 hari. Sekarang ini memakan waktu sebulan lebih.
"Pembayaran jadi lebih lama. Tapi mau bagimana lagi, kalau tidak melaut, terus kerja apa. Ya tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan. Yang penting ikan terbayar," imbuhnya.
Ditanya aktivitas bongkar muat ikan, Sunarto menimpali sebenarnya tidak ada perubahan mencolok, antara sebelum maupun saat pandemi. (Baca juga: Siang-siang 8 Pasangan Diciduk Saat Asyik Mesum di Kamar Kos )
Dalam sehari, sepuluhan kapal cantrang melelangkan ikan hasil melaut. Tapi ia mengakui waktu melaut nelayan belakangan ini jauh lebih lama, lantaran informasi dari nelayan hasil tangkapan tidak begitu bagus.
(eyt)
Lihat Juga :