Pengembangan Holistik Gangguan Jiwa Dibutuhkan di Tengah Pandemi
Senin, 12 Oktober 2020 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Guru Besar kelahiran 1967 itu melanjutkan, terdapat dua kelompok gangguan jiwa yakni gangguan mental emosional dan gangguan jiwa berat. Gangguan jiwa itu sendiri sangat berdampak pada bidang ekonomi. Pasalnya, orang dengan gangguan jiwa tidak dapat melakukan kegiatan secara produktif.
Untuk mengatasi gangguan mental emosional, lanjutnya, tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menguatkan meaning of life agar orang tidak mudah cemas, tidak mudah marah, dan tekanan emosi lainnya.
“Perlu mengembangkan penguatan spiritual, adapun nilai-nilai spiritualitas yang telah kami teliti adalah syukur, sabar dan ikhlas,” jelasnya.
(Baca juga: Uniknya Tempat Wisata Pintu Langit, Ada Pemakaman Umum )
Prof. Yusuf menambahkan, dalam lingkungan masyarakat masih terdapat stigma yang melekat pada orang dengan gangguan jiwa. Masalah lainnya mengenai penerimaan keluarga terhadap orang dengan gangguan jiwa di mana masih banyak keluarga yang menelantarkan orang dengan gangguan jiwa tersebut.
Untuk mengatasi gangguan mental emosional, lanjutnya, tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menguatkan meaning of life agar orang tidak mudah cemas, tidak mudah marah, dan tekanan emosi lainnya.
“Perlu mengembangkan penguatan spiritual, adapun nilai-nilai spiritualitas yang telah kami teliti adalah syukur, sabar dan ikhlas,” jelasnya.
(Baca juga: Uniknya Tempat Wisata Pintu Langit, Ada Pemakaman Umum )
Prof. Yusuf menambahkan, dalam lingkungan masyarakat masih terdapat stigma yang melekat pada orang dengan gangguan jiwa. Masalah lainnya mengenai penerimaan keluarga terhadap orang dengan gangguan jiwa di mana masih banyak keluarga yang menelantarkan orang dengan gangguan jiwa tersebut.
Lihat Juga :