Bapenda Makassar Kejar Pajak Hotel dan Hiburan hingga 80%

Senin, 12 Oktober 2020 - 07:32 WIB
loading...
Bapenda Makassar Kejar...
Bapenda Makassar terus mengoptimalkan penerimaan pajak di sejumlah sektor, termasuk pajak hotel dan hiburan yang mulai kembali dilonggarkan aktivitasnya. Foto: Sindonews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar masih mengejar pendapatan pajakperhotelan dan hiburan, bisa mencapai 75% hingga 80% pada akhir tahun nanti.

Diketahui, meski saat ini sudah mulai pelonggaran aktivitas perhotelan dan hiburan namun tidak membuat pendapatan pajak keduanya ikut meningkat. Realisasinya di bawah 50%. Masih tersisa Rp54 miliar dari target Rp102 miliar.

Baca Juga: Pendapatan Bapenda Makassar Berangsur Pulih

Berdasarkan data Bapenda Kota Makassar , realisasi penerimaan pajak hotel Rp34,5 miliar dari target Rp72 miliar. Sedangkan pajak hiburan Rp12,6 miliar dari target Rp30 miliar.

Kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda Makassar , Adriyanto mengakui pendapatan pajak hotel dan hiburan turun drastis dari kondisi normal. Masih banyak hotel dan hiburan yang tutup.

Meski begitu, Adriyanto mengaku optimistis bisa mencapai target minimal hingga 75% di akhir tahun atau sekitar Rp76,5 miliar untuk pajak hotel dan hiburan .

"Kondisinya sekarang sulit, tapi kita tetap berusaha bisa capai target 75% atau 80% sampai akhir tahun nanti," kata Adriyanto.

Adriyanto menyebut dalam kondisi normal realisasi penerimaan pajak hotel mencapai Rp300 juta tiap harinya. Sedangkan, pajak hiburan berkisar Rp100 juta. Jumlah itu menurun drastis di tengah pandemi COVID-19.

Baca Juga: Bapenda Makassar Lakukan Relaksasi Pajak di Tengah Pandemi

"Sekarang itu pendapatan kita kurang dari Rp100 miliar per hari. Bahkan terakhir itu hanya Rp12 juta untuk hotel dan Rp3 juta untuk hiburan," paparnya.

Sekretaris Bapenda Kota Makassar , Ibrahim Akkas Mula menyampaikan pendapatan pajak hotel dan hiburan paling terdampak pandemi. Realisasinya di bawah 50%, berbeda dengan jenis pajak yang lain.

"Dari 11 jenis pajak yang paling kelihatan dampaknya karena pandemi itu hotel dan hiburan. Jadi kita tidak terlalu berharap disitu," ujar Ibrahim.

Dari data yang dihimpun, realisasi pajak daerah sudah mencapai Rp621,8 miliar atau 76,8%. Realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak air bawah tanah bahkan sudah di atas 100%. Nilainya, Rp149,9 miliar PBB dan Rp3,1 miliar pajak air bawah tanah.

Sedangkan, pajak restoran yang juga sebelumnya turun kini mulai menunjukkan progres. Realisasinya sudah Rp98,6 miliar atau 94,2%. Pendapatannya cukup tinggi yakni berkisar Rp100 juta lebih per harinya.

Baca Juga: Bapenda Makassar Kejar Target PAD Rp900 Miliar

Sementara, jenis pajak lain realisasinya sudah di atas 50%. Diantaranya, pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 58,9% atau Rp120,8 miliar, pajak penerangan jalan (PPJ) 79% atau Rp165 miliar, pajak parkir 68% atau Rp7,5 miliar.

Pajak sarang burung walet 60,7% atau Rp15,1 juta, pajak reklame 71,6% atau Rp29,3 miliar. Serta pajak mineral bukan logam tanpa realisasi.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Kebocoran Pajak,...
Hindari Kebocoran Pajak, Hotel dan Resto Dipasangi Alat Perekam Transaksi
Fasilitasi Warga Isoman,...
Fasilitasi Warga Isoman, Pemkot Bandung Bebaskan Pajak Hotel
Sektor Usaha Terimbas...
Sektor Usaha Terimbas COVID-19, Realisasi Pajak Cimahi Baru 37%
Target Pajak Hotel dan...
Target Pajak Hotel dan Restoran Salatiga Diturun 50%
Dampak Covid-19, Pemkab...
Dampak Covid-19, Pemkab Mojokerto Gratiskan Pajak Hotel dan PBB
Pengusaha di Makassar...
Pengusaha di Makassar Ditarget Sebulan Tata Reklame Sendiri
Tapping Box Tak Optimal,...
Tapping Box Tak Optimal, Bapenda Makassar Manfaatkan CCTV Kejar Pajak Restoran
Realisasi PAD di Makassar...
Realisasi PAD di Makassar untuk Sektor Pajak Capai Rp480 Miliar
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved