Pendataan Terkesan Asal-asalan, Bantuan Sosial Tak Kunjung Datang
Rabu, 06 Mei 2020 - 15:59 WIB
loading...
Pengurus RT memasang stiker pada salah satu rumah warga penerima bantuan sosial di Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta. Sayangnya sejak pemasangan stiker bansos yang dijanjikan belum juga kunjung datang. SINDOnews/Asep Supiandi
A
A
A
PURWAKARTA - Penanganan warga terdampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Purwakarta terkesan tak maksimal. Salah satunya berkaitan dengan data penerima bantuan sosial, baik dari pemerintah pusat, Pemrov Jabar maupun Pemkab Purwakarta, sampai saat ini belum tuntas.
Persoalan bantuan sosial masih berkutat dalam wilayah administratif berupa verifikasi dan validasi data. Tak heran banyak menimbulkan protes dari sejumlah kalangan. Di saat mulai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka secara praktis aktivitas warga lebih dominan di rumah.
Namun, bantuan sosial yang diharapkan bisa menjadi penyambung hidup tidak juga kunjung datang. Termasuk warga calon penerima bantuan yang sudah sejak lama terdampak hanya bisa mengelus dada.
“Di lingkungan kami sama sekali belum ada bantuan sosial sebagaimana dijanjkan pemerintah. Padahal, dari awal terus-terusan mendata waga terdampak. Proses pendataan pun bukan waktu sebentar sudah dilakukan sejak sebulan lalu,”ungkap Sekretaris RW 13 Kelurahan Ciseureuh, Pipin Aripin, Rabu (6/5/2020).
Adapun sebagai penanda warga calon penerima bantuan, terangnya, sudah dilakukan melalui pemasangan stiker di rumah-rumahnya. Meskipun isi atau konten yang tertuis dalam stiker itu terkesan kasar. Tidak menggunakan bahasa-bahasa yang lebih halus guna menjaga psikologi penerima bantuan.
Persoalan bantuan sosial masih berkutat dalam wilayah administratif berupa verifikasi dan validasi data. Tak heran banyak menimbulkan protes dari sejumlah kalangan. Di saat mulai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka secara praktis aktivitas warga lebih dominan di rumah.
Namun, bantuan sosial yang diharapkan bisa menjadi penyambung hidup tidak juga kunjung datang. Termasuk warga calon penerima bantuan yang sudah sejak lama terdampak hanya bisa mengelus dada.
“Di lingkungan kami sama sekali belum ada bantuan sosial sebagaimana dijanjkan pemerintah. Padahal, dari awal terus-terusan mendata waga terdampak. Proses pendataan pun bukan waktu sebentar sudah dilakukan sejak sebulan lalu,”ungkap Sekretaris RW 13 Kelurahan Ciseureuh, Pipin Aripin, Rabu (6/5/2020).
Adapun sebagai penanda warga calon penerima bantuan, terangnya, sudah dilakukan melalui pemasangan stiker di rumah-rumahnya. Meskipun isi atau konten yang tertuis dalam stiker itu terkesan kasar. Tidak menggunakan bahasa-bahasa yang lebih halus guna menjaga psikologi penerima bantuan.
Lihat Juga :