Pos Pasukan Raider di Nduga Papua Diserang OPM
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 06:15 WIB
loading...
Pos pasukan Yonif Para Raider 330/Tri Dharma di Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu pagi (10/10/2020). Foto ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
NDUGA - Pos pasukan Yonif Para Raider 330/Tri Dharma di Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) , Sabtu pagi (10/10/2020). Belum diketahui adanya kerusakan materil dan korban jiwa dalam penyerangan yang terjadi pada Pukul 05.50 WIT tersebut.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kol Czi IGN Suriastawa membenarkan adanya penembakan tersebut. Kapen Kogabwilhan menjelaskan, hal tersebut hanya gangguan tembakan sporadis dari jarak yang jauh yang tidak berarti apa apa.
"Mereka (KKSB) hanya ingin menunjukkan eksistensinya dengan melakukan penembakan dari jarak jauh yang tidak mengenai apa apa," kata Kol Czi IGN Suriastawa kepada SINDOnews. (Baca: Kronologi Penembakan Rombongan TGPF di Intan Jaya Papua)
Namun perwira menengah TNI AD ini menegaskan, pasukan Yonif Para Raider 330/TD tidak terpancing dengan gangguan tembakan tersebut.
"Harapannya kan agar pasukan TNI yang menjaga pos tersebut membalas serangan mereka sehingga nantinya bisa saja peluru akan mengenai warga sipil," timpal Kapen Kogabwilhan. (Bisa diklik: Kisah Keraton Dalem Agung Pakungwati, Kasultanan Cirebon dan Banten)
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kol Czi IGN Suriastawa membenarkan adanya penembakan tersebut. Kapen Kogabwilhan menjelaskan, hal tersebut hanya gangguan tembakan sporadis dari jarak yang jauh yang tidak berarti apa apa.
"Mereka (KKSB) hanya ingin menunjukkan eksistensinya dengan melakukan penembakan dari jarak jauh yang tidak mengenai apa apa," kata Kol Czi IGN Suriastawa kepada SINDOnews. (Baca: Kronologi Penembakan Rombongan TGPF di Intan Jaya Papua)
Namun perwira menengah TNI AD ini menegaskan, pasukan Yonif Para Raider 330/TD tidak terpancing dengan gangguan tembakan tersebut.
"Harapannya kan agar pasukan TNI yang menjaga pos tersebut membalas serangan mereka sehingga nantinya bisa saja peluru akan mengenai warga sipil," timpal Kapen Kogabwilhan. (Bisa diklik: Kisah Keraton Dalem Agung Pakungwati, Kasultanan Cirebon dan Banten)
Lihat Juga :