Pemkot Solo Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Akhir Oktober
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 01:55 WIB
loading...
Suasana salah satu sekolah di Kota Solo yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.Foto/SINDONews/Ary Wahyu Wibowo
A
A
A
SOLO - Pemkot Solo mulai mempersiapkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk sekolah saat pandemi COVID-19. Simulasi akan dilakukan di dua sekolah menengah pertama (SMP) akhir Oktober 2020.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, simulasi di dua sekolah sudah siap dengan sarana dan prasarana belajar tatap muka new normal Pandemi COVID-19.
“Proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan dimulai dengan simulasi dahulu selama seminggu untuk setengah kelas, dan separuhnya seminggu kemudian. Ini untuk mencegah penyebaran virus COVID-19,” kata Rudy, Jumat (9/10/2020). Simulasi tahap awal dilakukan untuk siswa kelas 9 dan 14 hari kemudian dievaluasi.
(Baca juga: 97 Orang Diduga Pelaku Demo Anarkis Diamankan Polda Jateng )
Semua personel di sekolah termasuk guru dan semua karyawan, lanjut Rudy, lebih dulu harus menjalani rapid test sebelum pembelajaran. Jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya menjalani swab PCR. Sterilisasi semua alat belajar mengajar diperlukan juga dengan penyemprotan desinfektan. Dalam tahap awal, sekolah yang akan menjalani PTM adalah SMP Negeri 4 Solo dan dan salah satu SMP swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Solo Etty Retnowati mengatakan, semua mekanisme yang akan ditempuh mulai dari sosialisasi simulasi diawali dengan meminta persetujuan orang tua murid untuk anaknya ikut dalam simulasi pembelajaran PTM. “Penyiapan sekolah dari semua segi kami lakukan antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian,” terang Etty.
Kemudian pengaturan kelas belajar, pengaturan jam belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup. Juga panduan dan penyiapan CTPS di sekolah, thermo gun, penyemprotan desinfektan di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah (APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi), bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, simulasi di dua sekolah sudah siap dengan sarana dan prasarana belajar tatap muka new normal Pandemi COVID-19.
“Proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan dimulai dengan simulasi dahulu selama seminggu untuk setengah kelas, dan separuhnya seminggu kemudian. Ini untuk mencegah penyebaran virus COVID-19,” kata Rudy, Jumat (9/10/2020). Simulasi tahap awal dilakukan untuk siswa kelas 9 dan 14 hari kemudian dievaluasi.
(Baca juga: 97 Orang Diduga Pelaku Demo Anarkis Diamankan Polda Jateng )
Semua personel di sekolah termasuk guru dan semua karyawan, lanjut Rudy, lebih dulu harus menjalani rapid test sebelum pembelajaran. Jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya menjalani swab PCR. Sterilisasi semua alat belajar mengajar diperlukan juga dengan penyemprotan desinfektan. Dalam tahap awal, sekolah yang akan menjalani PTM adalah SMP Negeri 4 Solo dan dan salah satu SMP swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Solo Etty Retnowati mengatakan, semua mekanisme yang akan ditempuh mulai dari sosialisasi simulasi diawali dengan meminta persetujuan orang tua murid untuk anaknya ikut dalam simulasi pembelajaran PTM. “Penyiapan sekolah dari semua segi kami lakukan antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian,” terang Etty.
Kemudian pengaturan kelas belajar, pengaturan jam belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup. Juga panduan dan penyiapan CTPS di sekolah, thermo gun, penyemprotan desinfektan di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah (APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi), bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat.
Lihat Juga :