Rusuh di Malang, 31 Pelajar Turut Diperiksa Polresta Malang Kota

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 13:45 WIB
loading...
Rusuh di Malang, 31...
Polresta Malang Kota, masih memeriksa sebanyak 129 orang yang tertangkap saat terjadi kerusuhan dalam demonstrasi menolak Omnis Bus UU Cipta Kerja. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
MALANG - Kerusuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Malang , hingga membuat satu mobil dan empat sepeda motor terbakar, masih diselidiki oleh Polresta Malang Kota.

(Baca juga: KontraS : 45 Pendemo Omnibus Law Tidak Diketahui Keberadaannya )

Sebanyak 129 orang masih menjalani pemeriksaan. Mereka ditangkap pada Kamis (8/10/2020). Dan hingga kini masih berada di Polresta Malang Kota, karena proses pemeriksaanya belum tuntas.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata menyebutkan, dari 129 orang yang kini menjalani pemeriksaan tersebut, ada 31 yang masih berstatus sebagai pelajar. "Ada 14 pelajar SMA, 15 pelajar SMK, dan dua pelajar SMP," tuturnya.

Rusuh di Malang, 31 Pelajar Turut Diperiksa Polresta Malang Kota


Selain itu, dia menyebutkan ada sebanyak 59 mahasiswa yang turut diperiksa, satu orang buruh, 15 orang pengangguran, lima orang kuli bangunan, dan satu orang anggota satuan pengamanan (Satpam).

(Baca juga: 4 Motor dan 1 Mobil Dibakar, 4 Polisi Terluka, 80 Demosntran Ditangkap )

Rata-rata yang ditangkap saat kerusuhan terjadi, merupakan warga di wilayah Malang Raya. Namun juga ada yang berasal dari luar Malang Raya, yakni dari Pasuruan, Jombang, Banyuwangi, dan Probolinggo.

"Dari 129 orang yang kami periksa, sebanyak 124 orang berjenis kelamin laki-laki, dan lima sisanya perempuan. Mereka masih kami dalami perannya dalam kejadian kerusuhan tersebut. Apabila tidak ada bukti tindak pidana, tentunya akan langsung dipulangkan," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Leo tersebut mengaku, selain melakukan penyelidikan, polisi juga melakukan rapid tes terhada 129 orang yang tertangkap tersebut. Dan ditemukan 20 orang yang reaktif. Mereka langsung menjalani tes swab.

(Baca juga: Cemaskan Lingkungan dan Agraria, Aktivis Tulungagung Desak Omnibus law Dicabut )

"Selama proses pemeriksaan, mereka kami berlakukan secara humanis. Seluruh kebutuhannya kami penuhi, termasuk mereka yang sakit juga kami berikan pelayanan kesehatan. Para orang tua juga sudah kami hubungi, untuk kita libatkan dalam pembinaan," tuturnya.

Rusuh di Malang, 31 Pelajar Turut Diperiksa Polresta Malang Kota


Akibat rusuh saat demonstrasi tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Beberapa mobil dinas Pemkot Malang, dan milik polisi rusak parah. "Kami sangat menyesalkan terjadinya kerusuhan ini," tegas Wali Kota Malang , Sutiaji.

Menurutnya, upaya masyarakat menyampaikan aspirasi terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja, merupakan hal setiap warga negara. Namun, penyampaian aspirasi itu juga tidak boleh mengganggu kepentingan umum, termasuk merusak fasilitas publik.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konser Hey Slank di...
Konser Hey Slank di Malang: Gebrakan Social Movements ala HS
Dituntut 2 Tahun Penjara,...
Dituntut 2 Tahun Penjara, Delpedro: Kami Hargai Kerja Keras Jaksa meski Buruk
Delpedro Cs Dituntut...
Delpedro Cs Dituntut 2 Tahun terkait Unggahan 19 Konten Media Sosial
Demo di Polda DIY Ricuh,...
Demo di Polda DIY Ricuh, Lemkapi: Tindakan Anarkis Rugikan Masyarakat
Demo di Polda DIY Ricuh,...
Demo di Polda DIY Ricuh, Mahasiswa Diminta Sampaikan Aspirasi secara Konstitusional
Pos Pengamanan di Nabire...
Pos Pengamanan di Nabire Ditembaki dan Dibakar, 2 Orang Ditemukan Tewas
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Admin Instagram Bekasi...
Admin Instagram Bekasi Menggugat Divonis 7 Bulan Penjara di Kasus Demo Agustus 2025
Rekomendasi
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Berita Terkini
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved