Insentif Belum Cair, Relawan COVID-19 Manggarai Barat Mogok Kerja
Minggu, 04 Oktober 2020 - 02:35 WIB
loading...
A
A
A
Selama ini para relawan sudah berusaha mencari informasi ke dinas terkait. Namun mendapatkan jawaban yang cukup mencengangkan bagi mereka. Informasi yang didapat, insentif, mengikuti regulasi baru, sesuai Surat Keputusan (SK) perubahan Bupati Manggarai Barat , dimasa normal baru.
(Baca juga: Tangis Haru Tenaga Kesehatan Jatim Hantar Jenazah Rekannya )
Sementara saat ini mereka mengaku, berpatokan pada SK No. 79 b KEP/HK/IV/2020, tentang pengangkatan tenaga potensial kesehatan paramedis dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Manggarai Barat .
Di SK lama mereka diberitahu, bahwa insentif bagi relawan Rp150 ribu/hari. Namun insentif tersebut baru diterima bulan April dan bulan Mei. Sedangkan dari Juni hingga September belum diterima sama sekali.
Dirinya berharap, terkait nominal insentif, harus sesuai pemberitahuan awal yang disampaikan kordinator dari dinas kesehatan yang merekrut mereka. Juga terkait hak mereka harus dibayarkan segera.
Atas hal tersebut, beberapa warga Labuan Bajo pun kawatir jika persoalan ini berlarut-larut, karena bisa berdampak terhadap penyebaran virus di masyarakat Labuan Bajo , serta menganggu perenokomian masyarakat yang sedang terpuruk.
(Baca juga: Umat Konghucu Gelar Sembahyang Zhong Qiu di Depan Pintu Tergembok )
Matheus Siagian seorang warga Labuan Bajo, dan berprofesi sebagai pengusaha sangat menyayangkan kejadian ini. "Saya khawatir jika persoalan para relawan ini tidak diselesaikan, maka akan menyebabkan terjadinya penyebaran COVID-19 di Labuan Bajo," ungkapnya.
(Baca juga: Tangis Haru Tenaga Kesehatan Jatim Hantar Jenazah Rekannya )
Sementara saat ini mereka mengaku, berpatokan pada SK No. 79 b KEP/HK/IV/2020, tentang pengangkatan tenaga potensial kesehatan paramedis dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Manggarai Barat .
Di SK lama mereka diberitahu, bahwa insentif bagi relawan Rp150 ribu/hari. Namun insentif tersebut baru diterima bulan April dan bulan Mei. Sedangkan dari Juni hingga September belum diterima sama sekali.
Dirinya berharap, terkait nominal insentif, harus sesuai pemberitahuan awal yang disampaikan kordinator dari dinas kesehatan yang merekrut mereka. Juga terkait hak mereka harus dibayarkan segera.
Atas hal tersebut, beberapa warga Labuan Bajo pun kawatir jika persoalan ini berlarut-larut, karena bisa berdampak terhadap penyebaran virus di masyarakat Labuan Bajo , serta menganggu perenokomian masyarakat yang sedang terpuruk.
(Baca juga: Umat Konghucu Gelar Sembahyang Zhong Qiu di Depan Pintu Tergembok )
Matheus Siagian seorang warga Labuan Bajo, dan berprofesi sebagai pengusaha sangat menyayangkan kejadian ini. "Saya khawatir jika persoalan para relawan ini tidak diselesaikan, maka akan menyebabkan terjadinya penyebaran COVID-19 di Labuan Bajo," ungkapnya.
Lihat Juga :