9 Hotel di Jabar Batal Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Para pengelola hotel yang terdaftar, tutur Herman, meminta pemerintah secepatnya memberi kepastian soal kepastian jadi atau tidaknya hotel mereka sebagai tempat isolasi COVID-19 tersebut. (BACA JUGA: Korban PHK akibat COVID-19, Dapat Pelatihan Program Otopreneur )
"Rencananya kan (disewa sebagai tempat isolasi) selama tiga bulan, dari Oktober sampai Desember. Tapi sekarang sudah 2 Oktober 2020, belum (ada kepastian jadi atau tidak hotel sebagai tempat isolasi)," tutur dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana menggunakan sejumlah hotel sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG).
"Ada 15 hotel di Bandung Raya (Bandung-Cimahi-Sumedang) dan di Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) tiga hotel akan digunakan untuk ruang isolasi," kata Kang Emil sapaan akrab Gubernur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengungkapkan, sejumlah hotel di zona merah, seperti di Kota Bogor telah mengajukan penawaran kepada Dinas Kesehatan setempat terkait rencana tersebut.
"Rencananya kan (disewa sebagai tempat isolasi) selama tiga bulan, dari Oktober sampai Desember. Tapi sekarang sudah 2 Oktober 2020, belum (ada kepastian jadi atau tidak hotel sebagai tempat isolasi)," tutur dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana menggunakan sejumlah hotel sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG).
"Ada 15 hotel di Bandung Raya (Bandung-Cimahi-Sumedang) dan di Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) tiga hotel akan digunakan untuk ruang isolasi," kata Kang Emil sapaan akrab Gubernur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengungkapkan, sejumlah hotel di zona merah, seperti di Kota Bogor telah mengajukan penawaran kepada Dinas Kesehatan setempat terkait rencana tersebut.
Lihat Juga :