Mukhlisuddin Paparkan Inovasi Kemenag Sumsel di Era Industri 4.0
Rabu, 30 September 2020 - 13:58 WIB
loading...
Kakanwil Kemenag Sumsel Mukhlisuddin menjadi salah satu narasumber pada tayangan virtual Program Kreatif Inovatif Inspiratif Solutif Seri Kedua, Rabu (30/9). Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Kakanwil Kemenag Sumatera Selatan (Sumsel) Mukhlisuddin menjadi salah satu narasumber pada tayangan virtual Program Kreatif Inovatif Inspiratif Solutif (KIIS) Seri Kedua, Rabu (30/9). Mukhlisuddin memaparkan Inovasi ASN di Era Industri 4.0.
“Pada organisasi publik atau pemerintah, ditandai dengan mulai digunakannya berkas elektronik untuk proses kenaikan pangkat reguler dengan menggunakan istilah lesspaper (sedikit kertas) dan akan terus menjadi paperless (tanpa kertas),” ujarnya. (Baca: Pilkada Palembang, Sarimuda-Abdul Rozak Soroti Kemiskinan)
Dia menambahkan, revolusi industri 4.0 telah mengubah cara kerja manusia menjadi otomatisasi atau digitalisasi melalui inovasi-inovasi. Otomatisasi akan menghilangkan banyak pekerjaan, suatu dampak yang hendaknya menjadi renungan bersama. “Sekarang kita masuk zaman baru. Zaman ini tentang kecepatan. Jika tak mampu mengikuti revolusi 4.0, pemerintah akan kehilangan relevansinya,” tegas Mukhlisuddin.
ASN sebagai pelayan publik, lanjutnya, dituntut untuk bekerja lebih maksimal agar dapat lebih menjawab ekspektasi masyarakat. Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara ASN berfikir atau mind set, cara ASN dalam menyikapi kemajuan zaman, dan cara ASN berinteraksi satu sama lain.
“Dari sisi perubahan pola fikir, ASN tidak lagi berfikir rutinitas melainkan berfikir out of the box, bila perlu berfikir out of the side box. ASN tidak boleh lagi bermental dilayani, namun harus memiliki mental melayani. Wawasan dan pengetahuan juga harus global, tidak berada dalam fikiran yang sempit serta alergi terhadap pendapat orang lain. Keahlian perlu ditingkatkan dan sikap mental perlu diubah. Begitu juga pengetahuan tentang kompetensi pemerintahan harus diperdalam,” beber Mukhlisuddin.
“Pada organisasi publik atau pemerintah, ditandai dengan mulai digunakannya berkas elektronik untuk proses kenaikan pangkat reguler dengan menggunakan istilah lesspaper (sedikit kertas) dan akan terus menjadi paperless (tanpa kertas),” ujarnya. (Baca: Pilkada Palembang, Sarimuda-Abdul Rozak Soroti Kemiskinan)
Dia menambahkan, revolusi industri 4.0 telah mengubah cara kerja manusia menjadi otomatisasi atau digitalisasi melalui inovasi-inovasi. Otomatisasi akan menghilangkan banyak pekerjaan, suatu dampak yang hendaknya menjadi renungan bersama. “Sekarang kita masuk zaman baru. Zaman ini tentang kecepatan. Jika tak mampu mengikuti revolusi 4.0, pemerintah akan kehilangan relevansinya,” tegas Mukhlisuddin.
ASN sebagai pelayan publik, lanjutnya, dituntut untuk bekerja lebih maksimal agar dapat lebih menjawab ekspektasi masyarakat. Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara ASN berfikir atau mind set, cara ASN dalam menyikapi kemajuan zaman, dan cara ASN berinteraksi satu sama lain.
“Dari sisi perubahan pola fikir, ASN tidak lagi berfikir rutinitas melainkan berfikir out of the box, bila perlu berfikir out of the side box. ASN tidak boleh lagi bermental dilayani, namun harus memiliki mental melayani. Wawasan dan pengetahuan juga harus global, tidak berada dalam fikiran yang sempit serta alergi terhadap pendapat orang lain. Keahlian perlu ditingkatkan dan sikap mental perlu diubah. Begitu juga pengetahuan tentang kompetensi pemerintahan harus diperdalam,” beber Mukhlisuddin.
Lihat Juga :