Tanah Longsor Terjang Tarakan Kalimantan Utara, 11 Warga Tewas 3 Luka

loading...
Tanah Longsor Terjang Tarakan Kalimantan Utara, 11 Warga Tewas 3 Luka
Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menyatakan 11 warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara tewas akibat bencana tanah longsor. Sedangkan 3 warga lainnya luka. Foto/BNPB
TARAKAN - Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 11 warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara tewas akibat tanah longsor. Sedangkan 3 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka setelah tanah longsor terjadi pada Senin (28/9/20202), sekitar pukul 01.30 WIB.

BNPB mencatat korban tewas ada di 2 kecamatan, yakni Tarakan Utara dan Tarakan Tengah. Korban meninggal dunia di Tarakan Utara 7 orang dan luka-luka 3. Sedangkan di Tarakan Tengah 4 tewas. Wilayah terdampak berada di Kelurahan Juanta Permai, Tarakan Utara dan dua kelurahan di Tarakan Tengah, yakni Juanta Kerikil dan Selumit Pantai. (Baca juga: Beredar Video Acara Gatot Nurmantyo di Surabaya Dibubarkan Polisi)
Tanah Longsor Terjang Tarakan Kalimantan Utara, 11 Warga Tewas 3 Luka

"Kejadian ini salah satunya dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (27/9) di wilayah Tarakan. Selain korban jiwa, bencana ini berdampak pada 19 unit rumah warga," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Senin (28/9/2020). (Baca juga: Aksi Demo Penolakan Otsus Jilid II di Jayapura Dibubarkan)
Tanah Longsor Terjang Tarakan Kalimantan Utara, 11 Warga Tewas 3 Luka

BNPB terus memantau perkembanganan penanganan darurat oleh BPBD Kota Tarakan dan BPBD Provinsi Kalimantan Utara. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi warga dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Sementara itu, BPBD Provinsi Kalimantan Utara berkoordinasi dengan BPBD Kota Tarakan terkait penyaluran bantuan kepada korban terdampak. Berdasarkan informasi dari BPBD Kota Tarakan, kondisi cuaca terakhir pada Senin siang (28/9/2020) turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di lokasi bencana.

Selama masa pancaroba dan menjelang musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan komunitas menjadi elemen untuk tetap selamat di tengah ancaman bahaya hidrometeorologi.

(shf)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top