Aksi Demo Penolakan Otsus Jilid II di Jayapura Dibubarkan
Senin, 28 September 2020 - 15:17 WIB
loading...
Polresta Jayapura membubarkan paksa massa aksi demo penolakan Ostsus Jilid II di Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena karena tak berizin, Senin siang (28/9/2020). Foto/iNews TV/Cornelia Mudumi
A
A
A
JAYAPURA - Polresta Jayapura membubarkan paksa massa dari Forum Mahasiswa dan Masyarakat Papua yang menggelar aksi demo penolakan Ostsus Jilid II, di Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena dan Abepura, Senin siang (28/9/2020).
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengungkapkan, pembubaran yang dilakukan lantaran sebelumnya pihaknya telah memberikan ruang untuk melakukan orasi dengan batas waktu yang ditentukan. (Baca juga: Beredar Video Acara Gatot Nurmantyo di Surabaya Dibubarkan Polisi)
"Kami berikan batas mereka orasi sampai pukul 11.00 WIT dan kami terlebih dahulu telah memberikan imbuan. Namun imbauan itu tidak dihindahkan, sehingga kosekuensinya yakni kami bubarkan paksa," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin siang (28/9/2020). (Baca juga: KAMI Didemo, Gatot: Barangkali Mereka Butuh Uang untuk Keluarganya)
Menurut Gustav, dalam aksi pembubaran paksa itu sempat terjadi pelawanan dari kelompok massa dengan melempari aparat menggunakan batu. Namun pada akhirnya situasi dapat dikendalikan.
“Kami sempat mengamankan tiga orang koordinator lapangan, namun setelah itu kami sudah pulangkan. Sempat satu orang mengalami luka lecet namun sudah mendapatkan perawatan lalu di pulangkan," ungkapnya.
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengungkapkan, pembubaran yang dilakukan lantaran sebelumnya pihaknya telah memberikan ruang untuk melakukan orasi dengan batas waktu yang ditentukan. (Baca juga: Beredar Video Acara Gatot Nurmantyo di Surabaya Dibubarkan Polisi)
"Kami berikan batas mereka orasi sampai pukul 11.00 WIT dan kami terlebih dahulu telah memberikan imbuan. Namun imbauan itu tidak dihindahkan, sehingga kosekuensinya yakni kami bubarkan paksa," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin siang (28/9/2020). (Baca juga: KAMI Didemo, Gatot: Barangkali Mereka Butuh Uang untuk Keluarganya)
Menurut Gustav, dalam aksi pembubaran paksa itu sempat terjadi pelawanan dari kelompok massa dengan melempari aparat menggunakan batu. Namun pada akhirnya situasi dapat dikendalikan.
“Kami sempat mengamankan tiga orang koordinator lapangan, namun setelah itu kami sudah pulangkan. Sempat satu orang mengalami luka lecet namun sudah mendapatkan perawatan lalu di pulangkan," ungkapnya.
Lihat Juga :