Di Tengah Wabah Corona, Produksi Padi Purwakarta Surplus 12.000 Ton
Rabu, 15 April 2020 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan luas tanam pada Januari tahun ini, tutur Agus, optimistis pada April ini akan panen sekitar 5.100 hektare. Dengan asumsi produktivitas per hektare minimal 6 ton gabah kering giling, diperkirakan menghasilkan padi sekitar 30.600 ton, equivalen dengan 19.200 ton beras.
"Dengan kata lain, kami sangat optimistis Purwakarta akan memberikan surplus beras. Produksi bulan April saja, surplus sekitar 12.000 ton karena untuk kebutuhan konsumsi daerah dengan jumlah penduduk 950.660 jiwa, diperkirakan kebutuhan beras untuk se bulan hanya sekitar 7.100 ton," tutur Agus.
Kadis Pangan dan Pertanian mengungkapkan, pada Mei 2020, ditargetkan panen seluas 4.800 hektare. Panen untuk tahun 2020 ini optimistis mencapai target panen sekitar 40.000 hektare.
"Dari prognosis kebutuhan dan produksi beras di kabupaten Purwakarta, walaupun dalam suasana pandemi wabah virus corona ini beras akan tetap surplus," ungkap dia.
Ketua Kelompok Tani Sri Asih I Desa Warung Jeruk Kecamatan Tegalwaru Abdul Rojak mengaku di tengah pandemi Covid-19 para anggota kelompok tani tetap menggarap persawahan. Petani akan memaksimalkan potensi lahan dan Air dan saat ini pun kelompok taninya sudah menerima bantuan benih yang siap sebar.
"Dengan kata lain, kami sangat optimistis Purwakarta akan memberikan surplus beras. Produksi bulan April saja, surplus sekitar 12.000 ton karena untuk kebutuhan konsumsi daerah dengan jumlah penduduk 950.660 jiwa, diperkirakan kebutuhan beras untuk se bulan hanya sekitar 7.100 ton," tutur Agus.
Kadis Pangan dan Pertanian mengungkapkan, pada Mei 2020, ditargetkan panen seluas 4.800 hektare. Panen untuk tahun 2020 ini optimistis mencapai target panen sekitar 40.000 hektare.
"Dari prognosis kebutuhan dan produksi beras di kabupaten Purwakarta, walaupun dalam suasana pandemi wabah virus corona ini beras akan tetap surplus," ungkap dia.
Ketua Kelompok Tani Sri Asih I Desa Warung Jeruk Kecamatan Tegalwaru Abdul Rojak mengaku di tengah pandemi Covid-19 para anggota kelompok tani tetap menggarap persawahan. Petani akan memaksimalkan potensi lahan dan Air dan saat ini pun kelompok taninya sudah menerima bantuan benih yang siap sebar.
Lihat Juga :