Pemuda Mandala Trikora: Penembakan Pendeta Yeremia Propaganda KKB
Sabtu, 26 September 2020 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
Selain redup dukungan dan simpati dunia, KKB/OPM juga Kehilangan sebagian pentolan diplomasi mereka di luar negeri. Menyisakan Jefrey Bomanak sebagai Ketua OPM dan Sebby Sembom sebagai jubir. (Baca juga: Pelaku Pungli Ditembak Mati Polisi, Warga Blokir Jalinsum )
"Kekuatan diplomasi luar negeri OPM semakin redup dan berkurang setelah mereka kehilangan Nicholas. Messet, Franz Albert Yoku (Alm) dan Nicolas Jouwe (Alm). Sementara Jefrey Bomanak sebagai Ketua OPM dan Sebby Sembom sebagai jubir dan penghubung OPM di luar negeri, kiprah hanya hanya sebatas di negara tetangga kita Papua New Guinea, tentu pergerakan mereka tidak seluas seperti dulu," jelasnya.
Belum lagi kata Ali, terjadi ketidaksepahaman antara OPM dan United Liberation For West Papua (ULMWP) rentan 2018-2019 lalu. Yang mana, OPM tidak setuju dengan pembentukan Tentara Papua Barat (WPA) bentukan ULMWP. (Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
"Pertanyaan sekarang adalah apa kah kita harus memilih mengikuti melompok yang ilegal? Atau kah kita memilih mengikuti negara yang sudah diakui oleh dunia internasional, bahkan sekarang negara tersebut (Indonesia) sedang mengikuti sidang umum PBB. Jangan mundur ke belakang, tapi mari membangun Papua menjadi lebih baik bersama. Memaksimalkan potensi diri untuk kita dan keluarga. Tidak usah termakan isu menyesatkan yang merugikan kita sendiri," pungkasnya.
"Kekuatan diplomasi luar negeri OPM semakin redup dan berkurang setelah mereka kehilangan Nicholas. Messet, Franz Albert Yoku (Alm) dan Nicolas Jouwe (Alm). Sementara Jefrey Bomanak sebagai Ketua OPM dan Sebby Sembom sebagai jubir dan penghubung OPM di luar negeri, kiprah hanya hanya sebatas di negara tetangga kita Papua New Guinea, tentu pergerakan mereka tidak seluas seperti dulu," jelasnya.
Belum lagi kata Ali, terjadi ketidaksepahaman antara OPM dan United Liberation For West Papua (ULMWP) rentan 2018-2019 lalu. Yang mana, OPM tidak setuju dengan pembentukan Tentara Papua Barat (WPA) bentukan ULMWP. (Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
"Pertanyaan sekarang adalah apa kah kita harus memilih mengikuti melompok yang ilegal? Atau kah kita memilih mengikuti negara yang sudah diakui oleh dunia internasional, bahkan sekarang negara tersebut (Indonesia) sedang mengikuti sidang umum PBB. Jangan mundur ke belakang, tapi mari membangun Papua menjadi lebih baik bersama. Memaksimalkan potensi diri untuk kita dan keluarga. Tidak usah termakan isu menyesatkan yang merugikan kita sendiri," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :