PSI Minta Pemkab Wondama Umumkan Nilai Peserta Tes CPNS

Sabtu, 26 September 2020 - 20:41 WIB
loading...
PSI Minta Pemkab Wondama...
Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Teluk Wondama, Andris B. Worisio. (Foto/Ist)
A A A
WONDAMA - Ratusan massa memblokade jalan Raya Wasior – Rasiei tepatnya di Jembatan Kali Kabauw, Papua Barat, Sabtu (26/09/2020). Blokade ini dilakukan oleh massa sekitar 3 jam lamanya.

Salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa pemalangan karena massa kecewa dengan hasil pengumuman yang kecewa dengan pengumuman hasil test CPNS formasi tahun 2018 di Teluk Wondama yang dinilai tidak transparan.

Tidak adanya transparansi ini, menurutnya bisa dilihat dari pengumuman CPNS yang tidak mencantumkan nilai atau skor peserta ujian CPNS. Sehingga ada kecurigaan dari massa bahwa ada unsur KKN dalam penentuan siapa saja yang lolos sebagai CPNS Formasi 2018 di Teluk Wondama. (BACA JUGA: Dituding Serobot Lahan PT DJL, Sejumlah Pastor Dilaporkan ke Polda Riau)

Setelah pimpinan daerah hadir menemui massa, akhirnya massa mau membuka palang blokade atau palang. Namun akan membuat surat pernyataan sebagai bentuk protes terhadap pengumuman CPNS yang tidak transparan.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Teluk Wondama, Andris B. Worisio saat diminta menanggapi hal ini berharap Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bisa mendengar apa yang menjadi permintaan masyarakat. Menurutnya transparansi dalam perekrutan CPNS harus dilakukan dalam rangka menjunjung tinggi asaz keadilan.

“Pengumuman ini harus jelas, teman-teman yang tidak lulus ini karena memang skor (nilai) mereka tidak mencapai, atau ada kebijakan lain. Saya harap BKD harus publikasikan hasil dan nilai tes semua peserta ujian CPNS, demi mewujudkan keadilan,” kata dia dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu (26/9/2020).

“Tidak hanya itu, dengan transparansi kita juga berharap kedepan ASN di Teluk Wondama memiliki kualitas dan kualifikasi yang baik. Jangan sampai ada yang secara kemampuan lolos, namun tidak diloloskan. Sehingga kita bertanya ada apa, karena ada masyarakat mengatakan bahwa memiliki skor tinggi saat tes, namun dinyatakan tidak lolos, sementara yang skornya rendah lolos,” tegasnya. (BACA JUGA: Puluhan Karyawan Tiga Bank di Kota Sorong Positif COVID-19)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved