PSBB Ketat Berlanjut, Disiplinkan Warga hingga RT/RW

Sabtu, 26 September 2020 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim penyebaran virus corona di wilayah Ibu Kota mulai menunjukkan tanda-tanda landai. Kasus positif dan kasus aktif di Jakarta diklaim melandai seiring menurunnya mobilitas warga selama PSBB ketat berlaku.. Menurut dia pergerakan penduduk berpengaruh pada peningkatan penularan virus. (Baca juga: Ini yang Akan Terjadi Jika Suatu Negara Masuk Jurang Resesi)

Semakin tinggi pergerakan penduduk, semakin tinggi penularan virus. Atas dasar itu PSBB ketat diperpanjang hingga 11 Oktober. Anies menyebut kasus melandai mulai tampak seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang tetap berada di rumah selama PSBB.

Perhitungan dari Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) diperlukan minimal 60% penduduk berada di rumah untuk menekan penyebaran virus corona. "Saat ini, masih sekitar 50 persen penduduk diam di rumah saja," kata Anies Kamis (24/9/2020).

Mengacu Data Pemprov DKI Jakarta, pada 30 Agustus posisi kasus positif sebanyak 39.280, namun pada 11 September jumlah kasus positif sebanyak 52.321. Artinya, dalam periode 12 hari pertama September itu jumlah kasus bertambah 13.041, atau naik 33%.

Pasien yang sembuh dalam periode ini sebanyak 8.981 orang. Sedangkan, jumlah kasus meninggal bertambah 196 orang. Selama periode tersebut, jumlah kasus aktif di Jakarta bertambah 3.864 atau naik 49%.

Namun, pada 12 hari berikutnya, yakni 12-23 September, angka-angka tersebut melandai. Dalam periode ini mulai berlaku PSBB ketat . Jumlah kasus positif bertambah 14.184 kasus atau hanya naik sebesar 27%. Kabat baik lainnya, pada periode ini jumlah pasien yang sembuh juga naik, yakni mencapai 12.463 orang atau meningkat 32%.

Hanya saja, angka kematian di periode ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kasus kematian selama 12-23 September mencapai 268 orang. (Lihat videonya: Fenomena Hujan Deras Disertai Butiran Es Landa Cimahi)

Namun, untuk kasus aktif juga terlihat menurun. Selama periode ini tercatat hanya ada 1.453 kasus aktif di wilayah Jakarta. (Komaruddin Bagja Arjawinangun/Ari Sandita Murti/Bima Setyadi)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved