Sebaran Belum Merata, Prabumulih Sulit Dapatkan Rekomendasi PSBB
Selasa, 05 Mei 2020 - 11:37 WIB
loading...
Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya saat melakukan konfrensi pers dengan wartawan. Foto/SINDOtv/Berrie Bri
A
A
A
PRABUMULIH - Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kota Prabumulih menyatakan usulan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemungkinan sulit mendapat rekomendasi dari Gubernur Sumsel untuk diajukan ke Menteri Kesehatan RI karena banyak syarat yang belum terpenuhi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Ridho Yahya didampangi juru bicara dan sejumlah pejabat Pemkot Prabumulih, Senin (4/5/2020).
“Saat ini laboraturiun dan tenaga dokter spsesialis kita belum memadai. Selain itu, sebaran virus Corona yang belum merata ditiap kecamatan dan kelurahan menjadi faktor penentu dan tak kalah penting anggaran pelaksanaan PSBB yang cukup besar,” jelas Ridho Yahya, dihadapan sejumlah wartawan.
Dalam kesempatan itu, Ridho mengatakan, pemerintah saat ini telah mendistribusikan 36 ribu paket sembako bagi warga miskin dan miskin baru yang terdampak virus Corona.
“Meski telah kita berikan paket sembako untuk satu bulan ke depan, ternyata masih banyak yang keluar rumah. Kita juga ancam akan menutup pasar kalau pedagang dan pembeli tidak pakai masker. Ke depan kita akan berkoordiansi dengan pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas kepada warga yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah,” tandasnya. Berrie Brima
Hal tersebut diungkapkan Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Ridho Yahya didampangi juru bicara dan sejumlah pejabat Pemkot Prabumulih, Senin (4/5/2020).
“Saat ini laboraturiun dan tenaga dokter spsesialis kita belum memadai. Selain itu, sebaran virus Corona yang belum merata ditiap kecamatan dan kelurahan menjadi faktor penentu dan tak kalah penting anggaran pelaksanaan PSBB yang cukup besar,” jelas Ridho Yahya, dihadapan sejumlah wartawan.
Dalam kesempatan itu, Ridho mengatakan, pemerintah saat ini telah mendistribusikan 36 ribu paket sembako bagi warga miskin dan miskin baru yang terdampak virus Corona.
“Meski telah kita berikan paket sembako untuk satu bulan ke depan, ternyata masih banyak yang keluar rumah. Kita juga ancam akan menutup pasar kalau pedagang dan pembeli tidak pakai masker. Ke depan kita akan berkoordiansi dengan pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas kepada warga yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah,” tandasnya. Berrie Brima
(boy)
Lihat Juga :