Ini Jurus Gubernur Jatim untuk Menghadapi Pademi COVID-19
Rabu, 23 September 2020 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
"PSBM lebih tepat diterapkan di Jawa Timur mengingat Jawa Timur telah memiliki kampung tangguh sebagai satuan kecil dari masyarakat. Kampung tangguh merupakan salah satu social capital yang memungkinkan format PSBM dilakukan secara gotong royong dengan skala terkecil yang lebih efektif dan tertarget," terang Khofifah.
Strategi ketiga, Pemprov Jatim memastikan, kapasitas bed isolasi di rumah sakit (RS) di Jatim masih memadai. Pemprov Jatim saat ini sangat agresif dalam menambahkan bed isolasi. Pada bulan Maret hanya memiliki 44 RS Rujukan dengan 565 bed, saat ini sudah ada 127 RS Rujukan dengan 6611 bed.
Saat ini, Pemprov Jatim telah merawat 2.157 pasien COVID-19 dengan kesembuhan 1.994 pasien dan meninggal nol persen yang dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura. "Untuk Malang Raya saat ini sedang kami siapkan RS Darurat Lapangan direncanakan 306 tempat tidur, dengan menggunakan gedung Polkesma," ujar Khofifah.
Berdasarkan laporan Ketahanan Kesehatan Dalam Menjalani Tatanan Hidup dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 8 September 2020, Jatim saat ini memiliki kapasitas bed isolasi mencapai 6.611 bed dengan 3.221 bed yang terisi. Angka ini lebih tinggi dibanding Jawa Barat yakni 4.477 bed dengan 1.724 bed yang terisi, DKI Jakarta yakni 4.417 bed dengan 3.776 bed yang terisi dan Jawa Tengah 3.664 bed dengan 2.110 bed yang terisi.
(Baca juga: Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat Banjir Selama 7 Hari )
Sedangkan, kapasitas ICU isolasi Jatim mencapai 860 bed dengan keterisian hanya 72 bed. Angka ini lebih tinggi dari Jawa Tengah yakni 738 dengan keterisian 30 bed, Jawa Barat dengan 721 bed dengan keterisian 30 bed dan DKI Jakarta dengan 574 bed dengan keterisian 250 bed.
"Ini semua, buah dari ikhtiar Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot untuk meningkatkan jumlah bed isolasi. Dari Maret 525 bed, sekarang naik 12 kali lipat menjadi 6.611 bed," ungkap orang nomor satu Jatim ini.
Sebelumnya, di awal bulan Juli telah dilaporkan bahwa bed isolasi di Jatim mengalami overload, khususnya Surabaya Raya. Beberapa RS di Jatim juga dilaporkan memiliki Bed Occupancy Rate yang melebihi 80%.
Pemprov Jatim selanjutnya mengambil langkah cepat dengan mendirikan RS Darurat Lapangan Indrapura bersama dengan pemerintah pusat, TNI, Polri diikuti dengan menambah RS Rujukan dari yang sebelumnya hanya 44 di awal April menjadi 127 RS Rujukan. Kedua langkah ini dinilai cukup efektif dalam mengatasi kondisi overload tersebut.
"Di RSUD Soetomo, pasien COVID-19 yang dirawat juga menurun. Bulan Mei mencapai 223 orang dan memuncak menjadi 622 orang di Bulan Juni. Lalu di bulan Juli turun menjadi 486 orang dan 379 di bulan Agustus," kata Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Joni Wahyuhadi.
(Baca juga: Kota Medan Sering Kebanjiran, Ini Solusi Dari Bobby Nasution )
Strategi keempat, Khofifah terus mendorong masyarakat untuk disiplin mengenakan masker. Ini menyusul terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 53 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 .
Strategi ketiga, Pemprov Jatim memastikan, kapasitas bed isolasi di rumah sakit (RS) di Jatim masih memadai. Pemprov Jatim saat ini sangat agresif dalam menambahkan bed isolasi. Pada bulan Maret hanya memiliki 44 RS Rujukan dengan 565 bed, saat ini sudah ada 127 RS Rujukan dengan 6611 bed.
Saat ini, Pemprov Jatim telah merawat 2.157 pasien COVID-19 dengan kesembuhan 1.994 pasien dan meninggal nol persen yang dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura. "Untuk Malang Raya saat ini sedang kami siapkan RS Darurat Lapangan direncanakan 306 tempat tidur, dengan menggunakan gedung Polkesma," ujar Khofifah.
Berdasarkan laporan Ketahanan Kesehatan Dalam Menjalani Tatanan Hidup dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 8 September 2020, Jatim saat ini memiliki kapasitas bed isolasi mencapai 6.611 bed dengan 3.221 bed yang terisi. Angka ini lebih tinggi dibanding Jawa Barat yakni 4.477 bed dengan 1.724 bed yang terisi, DKI Jakarta yakni 4.417 bed dengan 3.776 bed yang terisi dan Jawa Tengah 3.664 bed dengan 2.110 bed yang terisi.
(Baca juga: Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat Banjir Selama 7 Hari )
Sedangkan, kapasitas ICU isolasi Jatim mencapai 860 bed dengan keterisian hanya 72 bed. Angka ini lebih tinggi dari Jawa Tengah yakni 738 dengan keterisian 30 bed, Jawa Barat dengan 721 bed dengan keterisian 30 bed dan DKI Jakarta dengan 574 bed dengan keterisian 250 bed.
"Ini semua, buah dari ikhtiar Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot untuk meningkatkan jumlah bed isolasi. Dari Maret 525 bed, sekarang naik 12 kali lipat menjadi 6.611 bed," ungkap orang nomor satu Jatim ini.
Sebelumnya, di awal bulan Juli telah dilaporkan bahwa bed isolasi di Jatim mengalami overload, khususnya Surabaya Raya. Beberapa RS di Jatim juga dilaporkan memiliki Bed Occupancy Rate yang melebihi 80%.
Pemprov Jatim selanjutnya mengambil langkah cepat dengan mendirikan RS Darurat Lapangan Indrapura bersama dengan pemerintah pusat, TNI, Polri diikuti dengan menambah RS Rujukan dari yang sebelumnya hanya 44 di awal April menjadi 127 RS Rujukan. Kedua langkah ini dinilai cukup efektif dalam mengatasi kondisi overload tersebut.
"Di RSUD Soetomo, pasien COVID-19 yang dirawat juga menurun. Bulan Mei mencapai 223 orang dan memuncak menjadi 622 orang di Bulan Juni. Lalu di bulan Juli turun menjadi 486 orang dan 379 di bulan Agustus," kata Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Joni Wahyuhadi.
(Baca juga: Kota Medan Sering Kebanjiran, Ini Solusi Dari Bobby Nasution )
Strategi keempat, Khofifah terus mendorong masyarakat untuk disiplin mengenakan masker. Ini menyusul terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 53 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 .
Lihat Juga :