Musim Hujan Tiba, Mang Oded Imbau Warga Bandung Siaga

loading...
Musim Hujan Tiba, Mang Oded Imbau Warga Bandung Siaga
Wali Kota Bandung Oded M Danial. Foto/SINDOnews/Dok
BANDUNG - Musim hujan telah tiba. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG) meramalkan, wilayah Jawa Barat termasuk provinsi dengan potensi bencana hidrometrologi tinggi.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Provinsi Jawa Barat pada 22 dan 23 September 2020, masih berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang. (BACA JUGA:Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang, 3 Pohon Besar di Cimahi Tumbang)

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang, angin puting beliung, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. (BACA JUGA:2.045 Kasus COVID-19 di Jabar Didominasi Orang dengan Riwayat Berpergian)



Terkait potensi bencana akibat tingginya curah hujan tersebut, seperti banjir dan tanah longsor, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengimbau warga Kota Bandung siaga. (BISA DIKLIK:Marbot Masjid Nurul Jamil: Pelaku Teriak-teriak dan Ancam Membunuh)

"Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Bandung mulai dari sekarang berjaga-jaga tentang kebersihan lingkungan, terutama sungai-sungai harus bersih," kata Oded di Bandung, Rabu (23/9/2020).

Bencana banjir dan tanah longsor, ujar Wali Kota yang akrab disapa Mang Oded ini, bisa datang secara tiba-tiba karena ada hujan besar atau air kiriman pascahujan besar di titik tertentu.



Mang Oded mengemukakan, Pemkot Bandung telah mengintruksikan kepada dinas terkait dan aparat kewilayahan agar bersiaga dan memperkuat koordinasi saat musim hujan tiba. "Warga yang ada di bantaran sungai hati-hati, karena bisa ada longsor atau banjir tiba-tiba," ujar Mang Oded.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem di masa pancaroba atau peralihan musim.

Keberadaan awan Comulonimbus berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai angin dan petir. Cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga awal Oktober 2020 mendatang.
(awd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top