Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Jum'at, 24 Juli 2026 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
"Pendidikan dan kesejahteraan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Sulit mengharapkan anak-anak belajar dengan optimal apabila orang tuanya masih menghadapi kesulitan ekonomi. Karena itu, PSN harus menghadirkan peluang kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat layanan pendidikan bagi anak-anak Orang Asli Papua," katanya.
Menurut Irwan, masyarakat adat di kawasan Wanam harus dipersiapkan menjadi bagian dari transformasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program beasiswa, pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, hingga afirmasi bagi generasi muda Papua perlu menjadi bagian integral dari implementasi PSN agar masyarakat lokal mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan.
"Jangan sampai proyek strategis berkembang pesat, tetapi masyarakat asli justru tertinggal. Anak-anak Orang Asli Papua harus memperoleh pendidikan yang berkualitas agar kelak mampu menjadi tenaga profesional, wirausahawan, aparatur pemerintah, maupun pemimpin yang mengelola pembangunan di tanah kelahirannya sendiri," tegasnya.
Irwan juga mendorong agar pemerintah terus membuka ruang dialog dengan masyarakat, tokoh adat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
"PSN harus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan. Keberhasilannya bukan hanya terlihat dari proyek yang selesai dibangun, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terbukanya kesempatan yang adil bagi seluruh Orang Asli Papua, serta lahirnya generasi muda Papua yang berpendidikan, sejahtera, dan mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri," ucapnya.
Menurut Irwan, masyarakat adat di kawasan Wanam harus dipersiapkan menjadi bagian dari transformasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program beasiswa, pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, hingga afirmasi bagi generasi muda Papua perlu menjadi bagian integral dari implementasi PSN agar masyarakat lokal mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan.
"Jangan sampai proyek strategis berkembang pesat, tetapi masyarakat asli justru tertinggal. Anak-anak Orang Asli Papua harus memperoleh pendidikan yang berkualitas agar kelak mampu menjadi tenaga profesional, wirausahawan, aparatur pemerintah, maupun pemimpin yang mengelola pembangunan di tanah kelahirannya sendiri," tegasnya.
Irwan juga mendorong agar pemerintah terus membuka ruang dialog dengan masyarakat, tokoh adat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
"PSN harus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan. Keberhasilannya bukan hanya terlihat dari proyek yang selesai dibangun, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terbukanya kesempatan yang adil bagi seluruh Orang Asli Papua, serta lahirnya generasi muda Papua yang berpendidikan, sejahtera, dan mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri," ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :