Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
John Gluba menilai kehadiran PSN di Wanam akan membawa transformasi besar bagi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memastikan bahwa perubahan tersebut benar-benar membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak masyarakat adat sehingga mereka mampu menjadi pelaku utama pembangunan di masa depan.
Baca juga: Komitmen AHY Lakukan Evalusasi PSN: Apakah Sudah Sesuai dengan Tujuan Awal?
"Harapan kami sederhana, jangan sampai anak-anak masyarakat adat di Wanam hanya menyaksikan perubahan yang terjadi di kampungnya sendiri. Mereka harus menjadi generasi yang memperoleh manfaat terbesar dari PSN melalui pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang memadai, dan kesempatan yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan," katanya.
John menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan gedung sekolah atau penyediaan sarana fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga, komunitas, tokoh adat, serta lingkungan sosial sebagai ruang belajar yang membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Papua.
"Pendidikan adalah proses membangun manusia. Sekolah penting, tetapi pendidikan juga tumbuh dari keluarga, adat, bahasa, dan lingkungan tempat anak-anak dibesarkan. Karena itu, pembangunan pendidikan harus mampu memanfaatkan kekuatan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran," ujarnya.
Terkait pelaksanaan PSN, John menegaskan pembangunan harus tetap menghormati hak-hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah ulayat serta hak untuk terlibat dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan akan memperkuat legitimasi sosial pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara adil.
Baca juga: Komitmen AHY Lakukan Evalusasi PSN: Apakah Sudah Sesuai dengan Tujuan Awal?
"Harapan kami sederhana, jangan sampai anak-anak masyarakat adat di Wanam hanya menyaksikan perubahan yang terjadi di kampungnya sendiri. Mereka harus menjadi generasi yang memperoleh manfaat terbesar dari PSN melalui pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang memadai, dan kesempatan yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan," katanya.
John menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan gedung sekolah atau penyediaan sarana fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga, komunitas, tokoh adat, serta lingkungan sosial sebagai ruang belajar yang membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Papua.
"Pendidikan adalah proses membangun manusia. Sekolah penting, tetapi pendidikan juga tumbuh dari keluarga, adat, bahasa, dan lingkungan tempat anak-anak dibesarkan. Karena itu, pembangunan pendidikan harus mampu memanfaatkan kekuatan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran," ujarnya.
Terkait pelaksanaan PSN, John menegaskan pembangunan harus tetap menghormati hak-hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah ulayat serta hak untuk terlibat dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan akan memperkuat legitimasi sosial pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara adil.
Lihat Juga :