Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Kamis, 23 Juli 2026 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Pesan senada datang dari sejumlah tokoh lain yang turut hadir dan memberi sambutan. Rektor IFTK Ledalero Prof. Dr. Otto Gusti Madung SVD menegaskan posisi PMKRI sebagai ruang pembentukan karakter kebangsaan. "PMKRI bukan saja organisasi kemahasiswaan, tetapi merupakan sekolah demokrasi yang harus menjadi jalan bagi kembalinya moralitas dalam bernegara," katanya.
Romo Dr. Agustinus Setyo Wibowo SJ mengingatkan agar perbaikan bangsa tidak menunggu keadaan memburuk lebih dulu. "Banyak negara dan bangsa yang melakukan pembenahan mendasar karena dipaksa keadaan. Kita tidak ingin Indonesia harus mengalami penderitaan, baru kita sadar untuk menata diri. Ongkosnya akan terlalu mahal," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng Romo Dr. Manfred A. Habur menitipkan pesan agar nilai keagamaan tidak lepas dari peran para kader PMKRI ke depan. "Ajaran sosial gereja harus menjadi pijakan moral bagi para aktivis PMKRI, untuk mengemban panggilan kepemimpinan ke depan," katanya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa terus mengasah gagasan dan membangun jembatan ketimbang tembok. "Jaga integritas, bangun kompetensi, perbanyak jejaring, tapi benamkan ego, benamkan kepentingan diri sendiri," tutupnya.
Kongres di Ruteng itu turut dihadiri Rektor Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng Romo Dr. Manfred A. Habur beserta jajaran pejabat struktural kampus, Romo Dr. Agustinus Setyo Wibowo SJ, anggota DPR RI Benny K. Harman, Rektor IFTK Ledalero Prof. Dr. Otto Gusti Madung SVD, Ketua Presidium Nasional PMKRI Susana Florika Kandaimu, ratusan delegasi peserta kongres dari seluruh Indonesia, serta civitas akademika Unika Indonesia Santo Paulus Ruteng.
Romo Dr. Agustinus Setyo Wibowo SJ mengingatkan agar perbaikan bangsa tidak menunggu keadaan memburuk lebih dulu. "Banyak negara dan bangsa yang melakukan pembenahan mendasar karena dipaksa keadaan. Kita tidak ingin Indonesia harus mengalami penderitaan, baru kita sadar untuk menata diri. Ongkosnya akan terlalu mahal," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng Romo Dr. Manfred A. Habur menitipkan pesan agar nilai keagamaan tidak lepas dari peran para kader PMKRI ke depan. "Ajaran sosial gereja harus menjadi pijakan moral bagi para aktivis PMKRI, untuk mengemban panggilan kepemimpinan ke depan," katanya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa terus mengasah gagasan dan membangun jembatan ketimbang tembok. "Jaga integritas, bangun kompetensi, perbanyak jejaring, tapi benamkan ego, benamkan kepentingan diri sendiri," tutupnya.
Kongres di Ruteng itu turut dihadiri Rektor Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng Romo Dr. Manfred A. Habur beserta jajaran pejabat struktural kampus, Romo Dr. Agustinus Setyo Wibowo SJ, anggota DPR RI Benny K. Harman, Rektor IFTK Ledalero Prof. Dr. Otto Gusti Madung SVD, Ketua Presidium Nasional PMKRI Susana Florika Kandaimu, ratusan delegasi peserta kongres dari seluruh Indonesia, serta civitas akademika Unika Indonesia Santo Paulus Ruteng.
(shf)
Lihat Juga :