Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Senin, 20 Juli 2026 - 18:46 WIB
loading...
Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Unusa menggandeng Gapoktan Tri Muyo Tani di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TUBAN - Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Muyo Tani di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Mereka menggelar kegiatan meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani mengenai pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam aktivitas pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri kepala Desa Ngadirejo, ketua dan pengurus Gapoktan, serta anggota kelompok tani. Tim pelaksana pengabdian memberikan edukasi dan pelatihan terkait penggunaan alat pelindung diri (APD), pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pengelolaan pestisida dan limbah pertanian, serta penerapan ergonomi dalam bekerja. Baca juga: Pentingnya Ahli K3 Umum untuk Wujudkan Zero Fatality
Ketua pelaksana kegiatan, Moch. Sahri, menyampaikan, sektor pertanian memiliki berbagai risiko yang sering kali belum disadari oleh para pekerja. Risiko tersebut meliputi paparan bahan kimia, kecelakaan kerja akibat penggunaan alat pertanian, hingga gangguan kesehatan akibat posisi kerja yang tidak ergonomis.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin mendorong tumbuhnya budaya kerja yang aman dan sehat di lingkungan pertanian. Keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor industri, tetapi juga sangat penting diterapkan oleh para petani agar mereka dapat bekerja dengan lebih aman, sehat, dan produktif,” katanya, Senin (20/7/2026).
Sebelum menyusun program pengabdian, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan petani terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil survei menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya penggunaan alat pelindung diri, belum tersedianya sarana pertolongan pertama, serta perlunya peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan pestisida yang aman.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pelaksana pengabdian menyusun berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Selain pelatihan, tim juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung guna membantu petani menerapkan praktik kerja yang lebih aman.
Ketua Gapoktan Moh Syafii menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh UNUSA dalam mendampingi masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ia juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut. “Kami berharap ilmu dan pendampingan yang diberikan dapat diterapkan oleh seluruh anggota kelompok tani sehingga keselamatan dan kesehatan kerja semakin menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Baca juga: Unusa Pelatihan Volunter untuk Program Pembelajaran Anak Marginal di Sidoarjo
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, tim pelaksana pengabdian UNUSA berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan sektor pertanian yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan.
Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unusa mendukung pembangunan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri kepala Desa Ngadirejo, ketua dan pengurus Gapoktan, serta anggota kelompok tani. Tim pelaksana pengabdian memberikan edukasi dan pelatihan terkait penggunaan alat pelindung diri (APD), pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pengelolaan pestisida dan limbah pertanian, serta penerapan ergonomi dalam bekerja. Baca juga: Pentingnya Ahli K3 Umum untuk Wujudkan Zero Fatality
Ketua pelaksana kegiatan, Moch. Sahri, menyampaikan, sektor pertanian memiliki berbagai risiko yang sering kali belum disadari oleh para pekerja. Risiko tersebut meliputi paparan bahan kimia, kecelakaan kerja akibat penggunaan alat pertanian, hingga gangguan kesehatan akibat posisi kerja yang tidak ergonomis.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin mendorong tumbuhnya budaya kerja yang aman dan sehat di lingkungan pertanian. Keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor industri, tetapi juga sangat penting diterapkan oleh para petani agar mereka dapat bekerja dengan lebih aman, sehat, dan produktif,” katanya, Senin (20/7/2026).
Sebelum menyusun program pengabdian, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan petani terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil survei menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya penggunaan alat pelindung diri, belum tersedianya sarana pertolongan pertama, serta perlunya peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan pestisida yang aman.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pelaksana pengabdian menyusun berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Selain pelatihan, tim juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung guna membantu petani menerapkan praktik kerja yang lebih aman.
Ketua Gapoktan Moh Syafii menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh UNUSA dalam mendampingi masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ia juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut. “Kami berharap ilmu dan pendampingan yang diberikan dapat diterapkan oleh seluruh anggota kelompok tani sehingga keselamatan dan kesehatan kerja semakin menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Baca juga: Unusa Pelatihan Volunter untuk Program Pembelajaran Anak Marginal di Sidoarjo
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, tim pelaksana pengabdian UNUSA berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan sektor pertanian yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan.
Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unusa mendukung pembangunan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
(poe)
Lihat Juga :