FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Kamis, 02 Juli 2026 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Sesi berikutnya membahas penanggulangan gempa bumi dan kebakaran yang disampaikan oleh Devi Partina Wardani, dan Nida Hanifah Nasir. Kegiatan diakhiri dengan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), di mana seluruh peserta memperoleh kesempatan memadamkan api secara langsung menggunakan APAR sesuai prosedur keselamatan yang benar di bawah supervisi instruktur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim K3KITA 2.0 menyerahkan peralatan keselamatan dan kebakaran kepada SMP Negeri 107 Jakarta yang meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tandu evakuasi, serta perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) seperti bidai.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat sekaligus mendukung implementasi budaya K3 secara berkelanjutan,” katanya.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia berharap melalui K3KITA 2.0, sekolah tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tetapi juga mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi, sehingga seluruh warga sekolah memiliki kompetensi untuk mencegah risiko, merespons keadaan darurat secara cepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan tangguh.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim K3KITA 2.0 menyerahkan peralatan keselamatan dan kebakaran kepada SMP Negeri 107 Jakarta yang meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tandu evakuasi, serta perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) seperti bidai.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat sekaligus mendukung implementasi budaya K3 secara berkelanjutan,” katanya.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia berharap melalui K3KITA 2.0, sekolah tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tetapi juga mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi, sehingga seluruh warga sekolah memiliki kompetensi untuk mencegah risiko, merespons keadaan darurat secara cepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan tangguh.
(cip)
Lihat Juga :