Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Kamis, 02 Juli 2026 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Selama mengikuti inkubasi, ia memperoleh pendampingan mengenai penyusunan model bisnis, penyusunan SOP, penerapan prinsip Kaizen dalam proses produksi, legalitas usaha, pencatatan keuangan, audit bisnis, hingga penggunaan ChatGPT dan teknologi AI untuk membuat materi promosi.
Lihat video: Sentuhan Kreatif UMKM: Bawa Daster Naik Kelas Hingga Pasar Internasional!
“Ilmu yang saya peroleh tidak berhenti di teori, tetapi langsung saya terapkan dalam usaha. Operasional menjadi lebih tertata, saya lebih percaya diri mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan Alhamdulillah omzet usaha terus meningkat,” ujar Dwi.
Keberhasilan serupa diraih ByNiNe, usaha kuliner milik Vemmy Magdaliena, yang meningkatkan omzet dari Rp6 juta menjadi Rp10 juta per bulan. Vemmy mengaku sebelum mengikuti inkubasi, usahanya masih dikelola secara konvensional.
Pencatatan keuangan dilakukan secara manual, strategi pemasaran digital belum optimal, serta pemahaman mengenai legalitas usaha dan akses pembiayaan masih terbatas.
Melalui pendampingan, ia mulai mampu menyusun Business Model Canvas, memperbaiki operasional usaha, menerapkan digitalisasi pencatatan keuangan, memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar, hingga melakukan evaluasi bisnis secara lebih sistematis.
“Program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri saya sebagai pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan,” katanya.
Lihat video: Sentuhan Kreatif UMKM: Bawa Daster Naik Kelas Hingga Pasar Internasional!
“Ilmu yang saya peroleh tidak berhenti di teori, tetapi langsung saya terapkan dalam usaha. Operasional menjadi lebih tertata, saya lebih percaya diri mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan Alhamdulillah omzet usaha terus meningkat,” ujar Dwi.
Keberhasilan serupa diraih ByNiNe, usaha kuliner milik Vemmy Magdaliena, yang meningkatkan omzet dari Rp6 juta menjadi Rp10 juta per bulan. Vemmy mengaku sebelum mengikuti inkubasi, usahanya masih dikelola secara konvensional.
Pencatatan keuangan dilakukan secara manual, strategi pemasaran digital belum optimal, serta pemahaman mengenai legalitas usaha dan akses pembiayaan masih terbatas.
Melalui pendampingan, ia mulai mampu menyusun Business Model Canvas, memperbaiki operasional usaha, menerapkan digitalisasi pencatatan keuangan, memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar, hingga melakukan evaluasi bisnis secara lebih sistematis.
“Program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri saya sebagai pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan,” katanya.
Lihat Juga :