Merasa Dirugikan Aplikator, Komunitas Driver Online Layangkan Surat Terbuka ke DPRD Jabar
Selasa, 22 September 2020 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, mereka memiliki kewenangan untuk meminta pihak aplikator yakni PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) untuk membuat sistem kemitraan yang menyejahterakan semua pihak.
"Mitra selama ini merasa diperlakukan tidak adil dengan sistem yang dibuat sehingga mereka bersuara. Harapannya ada keterlibatan eksekutif dan legislatif agar tercipta regulasi yang sehat sesuai dengan azas kemitraan dal bisnis transportasi," tuturnya. (Baca juga: Awas Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam Wilayah Jabar)
Salah seorang juru bicara Gertak driver online individu Dani Kuncen menilai, sistem yang dibuat aplikator sekarang ini sangat merugikan driver. (Baca juga: Hujan Ringan dan Sedang Diramalkan Guyur Kota Bandung pada Siang-Sore)
Aspirasi sudah disampaikan beberapa kali ke pihak aplikator namun tidak pernah ditanggapi. Sehingga melalui jalan audiensi dengan DPRD dan Gubernur Jabar diharapkan perjuangan komunitas driver online ini bisa berujung kepada terciptanya kemitraan yang positif.
"Fakta di lapangan kemitraan ini dikuasai aplikator, terima silahkan tidak juga nggak masalah. Semestinya tidak begitu, karena azas kemitraan adalah semua pihak sejahtera. Makanya kami meminta kepada pemerintah dan legislatif untuk membuat regulator yang menyehatkan aplikator dan mitra," tegasnya.
"Mitra selama ini merasa diperlakukan tidak adil dengan sistem yang dibuat sehingga mereka bersuara. Harapannya ada keterlibatan eksekutif dan legislatif agar tercipta regulasi yang sehat sesuai dengan azas kemitraan dal bisnis transportasi," tuturnya. (Baca juga: Awas Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam Wilayah Jabar)
Salah seorang juru bicara Gertak driver online individu Dani Kuncen menilai, sistem yang dibuat aplikator sekarang ini sangat merugikan driver. (Baca juga: Hujan Ringan dan Sedang Diramalkan Guyur Kota Bandung pada Siang-Sore)
Aspirasi sudah disampaikan beberapa kali ke pihak aplikator namun tidak pernah ditanggapi. Sehingga melalui jalan audiensi dengan DPRD dan Gubernur Jabar diharapkan perjuangan komunitas driver online ini bisa berujung kepada terciptanya kemitraan yang positif.
"Fakta di lapangan kemitraan ini dikuasai aplikator, terima silahkan tidak juga nggak masalah. Semestinya tidak begitu, karena azas kemitraan adalah semua pihak sejahtera. Makanya kami meminta kepada pemerintah dan legislatif untuk membuat regulator yang menyehatkan aplikator dan mitra," tegasnya.
(boy)
Lihat Juga :