Jeje Wiradinata Dukung Pendidikan melalui Keberpihakan APBD

loading...
Jeje Wiradinata Dukung Pendidikan melalui Keberpihakan APBD
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat berkunjung ke salah satu SLTP di Pangandaran.
PANGANDARAN - Keberhasilan Kepala Daerah dalam melaksanakan pembangunan terukur dari beberapa indikator. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pangandaran dalam sajian dokumen Pencapaian RPJMD mencatat beberapa keberhasilan capaian kinerja selama kepemimpinan Jeje Wiradinata.

Keberhasilan capaian tersebut di antaranya fokus utama pembangunan yang memaparkan bidang pendidikan. Untuk bidang pendidikan, Kabupaten Pangandaran telah merealisasikan program Pangandaran hebat, pendidikan karakter, kesejahteraan PTK nonPNS dan dukungan pendidikan tinggi.

Dalam program Pangandaran hebat, Pemerintah Daerah merealisasikan anggaran untuk tingkat SD, SMP, MTs bahkan SMA, MA juga SMK. Pada tahun 2016 anggaran tersebut teralokasikan Rp15,16 miliar, tahun 2017 sebanyak Rp27,74 miliar, tahun 2018 sebanyak Rp30,61 miliar, tahun 2019 sebanyak Rp33,49 miliar dan tahun 2020 sebanyak Rp23,2 miliar.

Pemerintah Daerah juga menganggarkan pendidikan karakter Ajengan Masuk Sekolah (AMS) dan Pangandaran mengaji. Untuk anggaran Ajengan Masuk Sekolah (AMS) Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran pada tahun 2016 sebesar Rp270 juta, tahun 2017 sebesar Rp4,9 miliar, tahun 2018 sebesar Rp3,6 miliar dan 2019 sebesar Rp4,3 miliar.



Sedangkan untuk Pangandaran mengaji, Pemerintah Daerah mengakomodir 7000 guru ngaji dengan anggaran tahun 2016 senilai Rp8,8 miliar, tahun 2017 senilai Rp9 miliar, tahun 2018 senilai Rp8,3 miliar dan tahun 2019 senilai Rp8,6 miliar.

Sementara untuk kesejahteraan PTK nonPNS, Pemerintah Daerah mengakomodir 2.683 pendidik guru dan tenaga kependidikan nonPNS. Pada tahun 2018 teralokasikan sebanyak Rp6,2 miliar, tahun 2019 sebanyak Rp12,48 miliar dan tahun 2020 sebanyak Rp9,4 miliar.

Sedangkan dukungan untuk perguruan tinggi, Pemerintah Daerah Pangandaran telah memberikan hibah tanah seluas 33 hektare dan menjalin kerja sama dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan kerja sama dengan Kementerian Kelautan (KKP).



Kedepan alokasi anggaran untuk program unggulan khususnya pendidikan akan ditambah karena beban APBD mendatang dipastikan akan ringan. "Beban pendanaan yang dibiayai APBD skala besar sudah dikerjakan dengan sempurna," kata Jeje.

Kedepan tidak ada lagi beban anggaran yang menghabiskan keuangan APBD dengan kapasitas besar. "APBD sebelumnya banyak terfokus pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan rumah sakit," tambahnya.

Dengan sudah terealisasinya pembangunan infrastruktur dan rumah sakit maka beban belanja akan difokiskan untuk memaksimalkan program yang sudah berjalan sebelumnya pada penyempurnaan.
(alf)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top