Tangis Syukur Raudah, Mimpi 30 Tahun Punya Rumah Genteng Akhirnya Terwujud
Selasa, 19 Mei 2026 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Cobaan semakin berat dua tahun lalu. Lukman terserang stroke hingga lumpuh. Sejak itu, Raudah menjadi tulang punggung keluarga. Dengan usia yang tak lagi muda, ia tetap berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Memperbaiki rumah bahkan tak pernah masuk hitungan. "Bisa makan saja kami sudah bersyukur," katanya pelan.
Harapan itu datang ketika Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-128 Kodim 0420/Sarko masuk ke Desa Seko Besar tahun 2026. Nama keluarga Lukman masuk dalam daftar penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Rumah papan reyot yang selama puluhan tahun mereka tinggali perlahan berubah menjadi bangunan layak huni dengan atap genteng yang kokoh.
Bagi Ibu Raudah, perubahan itu terasa seperti keajaiban. "Kalau mengandalkan uang kami sendiri, entah kapan bisa punya rumah seperti ini," ujarnya.
Ia mengusap air mata ketika melihat suaminya kini bisa beristirahat lebih nyaman di rumah baru mereka. Tidak lagi khawatir bocor saat hujan turun, tidak lagi kepanasan saat siang menyengat.
Di Desa Seko Besar yang dikenal panas pada siang hari, atap genteng menjadi kemewahan kecil yang selama ini hanya bisa dipandang dari jauh.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko, Yakhya Wisnu Arianto, mengatakan pemilihan Desa Seko Besar bukan tanpa alasan. Wilayah itu termasuk daerah yang cukup terisolasi dan membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakatnya.
Memperbaiki rumah bahkan tak pernah masuk hitungan. "Bisa makan saja kami sudah bersyukur," katanya pelan.
Harapan itu datang ketika Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-128 Kodim 0420/Sarko masuk ke Desa Seko Besar tahun 2026. Nama keluarga Lukman masuk dalam daftar penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Rumah papan reyot yang selama puluhan tahun mereka tinggali perlahan berubah menjadi bangunan layak huni dengan atap genteng yang kokoh.
Bagi Ibu Raudah, perubahan itu terasa seperti keajaiban. "Kalau mengandalkan uang kami sendiri, entah kapan bisa punya rumah seperti ini," ujarnya.
Ia mengusap air mata ketika melihat suaminya kini bisa beristirahat lebih nyaman di rumah baru mereka. Tidak lagi khawatir bocor saat hujan turun, tidak lagi kepanasan saat siang menyengat.
Di Desa Seko Besar yang dikenal panas pada siang hari, atap genteng menjadi kemewahan kecil yang selama ini hanya bisa dipandang dari jauh.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko, Yakhya Wisnu Arianto, mengatakan pemilihan Desa Seko Besar bukan tanpa alasan. Wilayah itu termasuk daerah yang cukup terisolasi dan membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakatnya.
Lihat Juga :