Tangis Syukur Raudah, Mimpi 30 Tahun Punya Rumah Genteng Akhirnya Terwujud
Selasa, 19 Mei 2026 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kami ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat, mulai dari ekonomi hingga infrastruktur,” ujarnya.
Dalam program TMMD tahun ini, Kodim 0420/Sarko membangun lima unit rumah layak huni untuk warga kurang mampu, termasuk rumah Pak Lukman dan Ibu Raudah.
Namun TMMD bukan hanya soal membangun rumah. Di desa itu, personel TNI ikut memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi keluhan warga. Jalan yang lebih baik membuat hasil kebun masyarakat kini lebih mudah dijual keluar desa. Perubahan kecil itu mulai menggerakkan harapan baru.
Di sela aktivitas para prajurit yang bekerja bersama warga, gotong royong terasa hidup kembali di Seko Besar. Anak-anak berlarian melihat proses pembangunan. Para ibu menyiapkan kopi dan makanan sederhana untuk anggota Satgas. Warga dan TNI bekerja bahu-membahu tanpa sekat.
Kemanunggalan itu tumbuh bukan lewat pidato, tetapi lewat semen, pasir, peluh, dan kepedulian yang nyata.
Kini, ketika senja turun di Desa Seko Besar, Raudah tak lagi memandang langit dengan cemas saat awan gelap datang. Di bawah atap genteng barunya, ia akhirnya merasakan sesuatu yang lama hilang dari hidupnya: rasa tenang.
Dan bagi keluarga kecil itu, rumah sederhana tersebut bukan sekadar bangunan baru. Itu adalah bukti bahwa harapan, betapa pun lama tertunda, tetap bisa datang mengetuk pintu.
Dalam program TMMD tahun ini, Kodim 0420/Sarko membangun lima unit rumah layak huni untuk warga kurang mampu, termasuk rumah Pak Lukman dan Ibu Raudah.
Namun TMMD bukan hanya soal membangun rumah. Di desa itu, personel TNI ikut memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi keluhan warga. Jalan yang lebih baik membuat hasil kebun masyarakat kini lebih mudah dijual keluar desa. Perubahan kecil itu mulai menggerakkan harapan baru.
Di sela aktivitas para prajurit yang bekerja bersama warga, gotong royong terasa hidup kembali di Seko Besar. Anak-anak berlarian melihat proses pembangunan. Para ibu menyiapkan kopi dan makanan sederhana untuk anggota Satgas. Warga dan TNI bekerja bahu-membahu tanpa sekat.
Kemanunggalan itu tumbuh bukan lewat pidato, tetapi lewat semen, pasir, peluh, dan kepedulian yang nyata.
Kini, ketika senja turun di Desa Seko Besar, Raudah tak lagi memandang langit dengan cemas saat awan gelap datang. Di bawah atap genteng barunya, ia akhirnya merasakan sesuatu yang lama hilang dari hidupnya: rasa tenang.
Dan bagi keluarga kecil itu, rumah sederhana tersebut bukan sekadar bangunan baru. Itu adalah bukti bahwa harapan, betapa pun lama tertunda, tetap bisa datang mengetuk pintu.
(abd)
Lihat Juga :