Buntut Demo di RSUD Rupit, Dua Pegawai Dimutasi ke Pelosok
Senin, 04 Mei 2020 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
"Tragis memang nasib mereka, hanya gara-gara menyuarakan keluh kesah para tenaga kesehatan di kantor DPRD, mereka harus rela menerima kenyataan pahit dipindahkan ke daerah pelosok. Mungkin karena mereka dianggap salah satu provokator dalam demonstrasi itu," ujar warganet.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara, Alwi Roham, membantah bahwa pemindahan dua pegawai RSUD Rupit itu tidak berhubungan dengan aksi demonstrasi sebelumnya. "Tidak ada hubungannya dengan itu (demonstrasi), karena tenaga mereka dibutuhkan di Muara Kulam," kata Alwi Roham.
Dan menurutnya, masalah mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Muratara merupakan hal biasa karena kebutuhan organisasi. "Mutasi adalah hal yang biasa, untuk kebutuhan organisasi dan juga jenjang karir pegawai," katanya.
Sementara itu Ahmad Yudi Nugraha, anggota DPRD Muratara, mengatakan sangat menyayangkan kejadian yang menimpa dua pegawai di RSUD Rupit tersebut. Dikatakan Yudi, saat aksi damai itu ia ada dalam ruangan rapat DPRD Muratara saat menyambut perwakilan RSUD tanggal 28 april 2020 kemarin.
Menurut Yudi, pernyataan yang menjadi tuntutan mereka sangatlah wajar, sehingga seharusnya pemerintah daerah menganggapnya sebagai kritik yang konstruktif dan segera melengkapi apa yang menjadi kebutuhan dari para tenaga medis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara, Alwi Roham, membantah bahwa pemindahan dua pegawai RSUD Rupit itu tidak berhubungan dengan aksi demonstrasi sebelumnya. "Tidak ada hubungannya dengan itu (demonstrasi), karena tenaga mereka dibutuhkan di Muara Kulam," kata Alwi Roham.
Dan menurutnya, masalah mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Muratara merupakan hal biasa karena kebutuhan organisasi. "Mutasi adalah hal yang biasa, untuk kebutuhan organisasi dan juga jenjang karir pegawai," katanya.
Sementara itu Ahmad Yudi Nugraha, anggota DPRD Muratara, mengatakan sangat menyayangkan kejadian yang menimpa dua pegawai di RSUD Rupit tersebut. Dikatakan Yudi, saat aksi damai itu ia ada dalam ruangan rapat DPRD Muratara saat menyambut perwakilan RSUD tanggal 28 april 2020 kemarin.
Menurut Yudi, pernyataan yang menjadi tuntutan mereka sangatlah wajar, sehingga seharusnya pemerintah daerah menganggapnya sebagai kritik yang konstruktif dan segera melengkapi apa yang menjadi kebutuhan dari para tenaga medis.
Lihat Juga :