Gandeng Atalia Kamil, JNE Dorong UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Minggu, 20 September 2020 - 02:16 WIB
loading...
Atalia Praratya Kamil (kedua dari kanan) saat menjadi pembicara dalam Cerita Joni, program inspiratif yang digagas JNE untuk pengembangan UMKM. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Istri Gubernur Jawa Barat , Atalia Praratya Kamil hadir dalam Cerita Joni, sebuah program inspiratif yang digagas JNE untuk mendorong para pelaku UMKM bertahan dan tetap tumbuh di tengah pandemi COVID-19.
Atalia yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar itu menuturkan, pihaknya terus mendukung pengembangan UMKM. Namun, di tengah pandemi, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan, acara pameran, dan lain-lain. (Baca: Minus 5,98, Ekonomi Jabar Triwulan 2 Anjlok Cukup Dalam)
Meski begitu, lanjut Atalia, hal itu bukanlah halangan karena UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah keterbatasan akibat pandemi melalui pemanfaatan teknologi di era digital, seperti halnya lewat Cerita Joni yang digagas JNE.
"Pengembangan UMKM ini harus terus didukung oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, seperti halnya yang JNE lakukan kali ini. Sehingga, perlu adanya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah untuk mempromosikan produk unggulan Jawa Barat dan memajukan UMKM," tutur perempuan yang akrab disapa Bu Cinta itu.
Dia memaparkan, berdasarkan data resmi pemerintah, banyak sektor usaha yang tertekan akibat pandemi COVID-19, di antaranya restoran, hotel, dan penerbangan. Namun, ada pula sektor usaha yang relatif stabil, yakni logistik, peternakan, perikanan, dan pertanian. "Sedangkan sektor usaha yang menanjak, yakni makanan, alat kesehatan pribadi, vitamin, dan alat olah raga," sebut dia.
Bu Cinta menambahkan, Dekranasda Jabar juga menyediakan ruang kreativitas bagi para pelaku UMKM dengan hadirnya Kerabat Store (Kerajinan Jawa Barat Store) yang berisikan beragam produk kreatif UMKM Jabar sejak Januari 2020 lalu.
"Senang sekali ketika JNE juga peduli kepada UKM karena kita tidak bisa sendiri. Permasalahan dari pelaku usaha sebetulnya selalu modal, bahan baku, termasuk juga tentang pendistribusian. Namun pelaku usaha tidak perlu khawatir karena ada JNE di dalamnya," katanya.
Atalia yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar itu menuturkan, pihaknya terus mendukung pengembangan UMKM. Namun, di tengah pandemi, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan, acara pameran, dan lain-lain. (Baca: Minus 5,98, Ekonomi Jabar Triwulan 2 Anjlok Cukup Dalam)
Meski begitu, lanjut Atalia, hal itu bukanlah halangan karena UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah keterbatasan akibat pandemi melalui pemanfaatan teknologi di era digital, seperti halnya lewat Cerita Joni yang digagas JNE.
"Pengembangan UMKM ini harus terus didukung oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, seperti halnya yang JNE lakukan kali ini. Sehingga, perlu adanya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah untuk mempromosikan produk unggulan Jawa Barat dan memajukan UMKM," tutur perempuan yang akrab disapa Bu Cinta itu.
Dia memaparkan, berdasarkan data resmi pemerintah, banyak sektor usaha yang tertekan akibat pandemi COVID-19, di antaranya restoran, hotel, dan penerbangan. Namun, ada pula sektor usaha yang relatif stabil, yakni logistik, peternakan, perikanan, dan pertanian. "Sedangkan sektor usaha yang menanjak, yakni makanan, alat kesehatan pribadi, vitamin, dan alat olah raga," sebut dia.
Bu Cinta menambahkan, Dekranasda Jabar juga menyediakan ruang kreativitas bagi para pelaku UMKM dengan hadirnya Kerabat Store (Kerajinan Jawa Barat Store) yang berisikan beragam produk kreatif UMKM Jabar sejak Januari 2020 lalu.
"Senang sekali ketika JNE juga peduli kepada UKM karena kita tidak bisa sendiri. Permasalahan dari pelaku usaha sebetulnya selalu modal, bahan baku, termasuk juga tentang pendistribusian. Namun pelaku usaha tidak perlu khawatir karena ada JNE di dalamnya," katanya.
Lihat Juga :